Pembentukan UPT Tingkat Kecamatan di Bangkalan Terganjal Ketersediaan Damkar

(KM/HELMI YAHYA) MINIM: Pengadaan armada pemadam kebakaran (damkar) di Bangkalan belum bisa terpenuhi akibat minimnya anggaran.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Tiga armada pemadam kebakaran (damkar) belum mampu memberikan pelayanan secara optimal ketika terjadi bencana kebakaran. Sebab wilayah yang harus dilayani cukup luas, yakni 18 kecamatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan, Rudiyanto, Selasa (8/3/2022).

Menurutnya, minimnya armada damkar berdampak terhadap pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) tingkat kecamatan. Hingga saat ini lembaga tersebut belum terbentuk. Sebab untuk membentuk UPT, masing-masing kecamatan harus memiliki satu armada damkar. Sehingga ketika ada insiden kebakaran, pemadaman segera teratasi.

“Apalagi, jarak tempuh antar kecamatan ini cukup jauh. Misalkan, kebakaran ada di Kecamatan Konang, armada ada di kota, butuh 2 jam untuk tiba di lokasi. di sana. Belum lagi mencari airnya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya menuturkan, belum terwujudnya penambahan armada damkar akibat keterbatasan anggaran. Apalagi, anggaran tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2021 kemarin. Sebab anggaran tahun ini, fokus untuk penanganan pandemi Covid-19. “Anggaran kami hanya Rp13,3 miliar, anggaran banyak dipakai untuk gaji tenaga harian lepas (THL) dan kegiatan rutin,” tuturnya.

Padahal, sesuai rencana pembentukan UPT akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, UPT akan dibentuk di Kecamatan Tanjungbumi, Konang dan Kwanyar. Sehingga ada petugas damkar di tingkat kecamatan. Dengan demikian, penanganan kebakaran bisa lebih efektif.

“Kalau memang unitnya belum ada, lalu apa nanti yang kami sediakan disana,” paparnya.

Sementara itu salah satu korban kebakaran di Kecamatan Blega Rusdi Salim menyampaikan, bencana kebakaran membutuhkan penanganan cepat. Sehingga penyediaan armada pemadam kebakaran di tingkat kecamatan sangat penting. “Kalau armadanya dekat, api bisa cepat diatasi dan kerugian lebih kecil,” responnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.