oleh

Pemberangkatan CJH di Pamekasan Bergeser Tahun

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pamekasan menjanjikan pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) yang tertunda tahun 2020. Mereka dijanjikan berangkat pada tahun 2021.

Sehingga untuk CJH  yang akan berangkat pada tahun 2021 harus rela menunggu  berangkat pada tahun 2022. Sebab, adanya Covid-19 sangat mempengaruhi berbagai kebijakan haji.

Kepala Seksi (Kasi) PHU Kankemenag Pamekasan, Innani Mukarromah, mengaku untuk kuota jamaah haji yang gagal berangkat pada tahun 2020 berkisar 987 orang. Salah satu kendalanya, adanya  kebijakan dari pemerintah Arab Saudi untuk menyetop proses ibadah haji berkaitan dengan pandemi global Covid-19.

“Sesuai dengan KMA 494 tentang pembatalan keberangkatan haji, dari tahun 2020 ke 2021, jadi istilahnya itu, yang tahun 2020 itu bergeser ke 2021,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (09/11/2020).

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan Haji pada tahun 2021, saat ini masih dilakukan kajian terhadap tiga opsi mendasar untuk pelaksanaannya. Diantaranya, untuk yang tertunda pada tahun 2020 bisa diberangkatkan 100 persen kuota yang ditentukan, bisa diberangkatkan 50 persen, dan bisa tidak diberangkatkan sama sekali.

Kondisi itu, tergantung dari kebijakan pemerintah arab Saudi, guna pencegahan dan penekanan penyebaran Covid-19. “Harapan kami semua, mudah-mudahan Covid-19 cepat berakhir,”ulasnya.

Ditambahkannya, untuk pemberangkatan umroh per 1 November 2020 sudah diberikan izin pelaksanaannya oleh otoritas Arab Saudi. Sehingga, sebagian orang Indonesia sudah ada yang menunaikan Ibadah Umroh. Namun untuk mekanisme sudah jauh berbeda dari sebelum Covid-19.

Saat ini sudah menerapkan protokol Covid-19, mulai dari swab test, jaga jarak, dan tentunya ada tambahan pembiayaan dengan adanya new normal dalam pelaksanaan ibadahnya.

“Harus mengikuti prokes, biasanya bus isi 50 orang, diisi 25 persen, jadi hanya 20 orang, sangat ketat sekali untuk penerapannya,” pungkasnya. (rul/ito)

 

Komentar

News Feed