Pemberian Reward Terhadap Atlet Berprestasi dan Pelatih di Pamekasan Terganjal Keterbatasan Anggaran

News51 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Meski para atlet mampu menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) tahun ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan belum bisa memenuhi kewajiban para atlet. Yakni, memberikan bonus terhadap para atlet berprestasi. Sebab tahun ini terjadi defisit anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Hal tersebut diungkapkan Ketua KONI Pamekasan Djohan Susanto, Selasa (3/10/2023).

Dia mengaku, secara umum sudah menentukan bonus bagi para atlet yang mampu meraih prestasi pada ajang Porprov Jatim tahun ini. Bagi para atlet peraih medali emas akan memperoleh bonus Rp15 juta. Sedangkan atlet yang meraih medali perak akan memperoleh bonus Rp15 juta dan peraih medali perunggu Rp10 juta. Hanya saja rencana pemberian bonus tidak bisa direalisasikan tahun ini. Meski demikian, sudah berkoordinasi agar pemberian bonus bisa dilaksanakan tahun 2024 mendatang. 

Baca Juga:  Cabor e-Sport Pamekasan Target Medali Emas di Porprov Jatim

“Kami sudah mengajukan melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Jadi pemberian reward atau bonus ini tidak bisa kami laksanakan tahun ini, lantaran keterbatasan anggaran” ujarnya kepada Kabar Madura. 

Pihaknya menuturkan sesuai rencana, pemberian reward tidak hanya untuk para atlet berprestasi. Akan tetapi reward juga akan diberikan terhadap para pelatih. Hanya saja untuk nominalnya lebih rendah dibandingkan reward yang diterima para atlet berprestasi. Yakni, separuh dari reward yang diterima oleh atlet peraih medali. Dari seluruh kebutuhan anggaran untuk reward mencapai Rp1,3 miliar. Nantinya, setiap reward akan masuk ke rekening masing-masing peraih medali maupun pelatih. 

Baca Juga:  Dana KONI Pamekasan Minim, Cabor Bridge Pasrah Tidak Diberangkatkan ke Porprov

“Reward ini kan janjinya pimpinan daerah, Insya Allah akan terlaksana, tapi di 2024, karena tidak dianggarkan di APBD-P, apalagi tahun ini pemkab kekurangan dana,” tuturnya

Terpisah, Disporapar Pamekasan Kusairi menegaskan, untuk reward  atlet memang tidak bisa terlaksana tahun ini.  Sebab ketersediaan anggaran cukup terbatas. Meski demikian,  kewajiban pemberian reward akan terpenuhi tahun 2024 mendatang. “Mudah-mudahan di 2024 ada dana, jadi kami semua harus menyadari, bukan tidak dalam rangka menghargai atlet, cuman anggarannya yang seperti itu,” responnya. 

Sekedar diketahui, pada Porprov Jatim tahun ini, Pemkab Pamekasan menduduki peringkat 24 dengan perolehan 13 medali emas, 11 medali perak dan 17 medali perunggu. 

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif  

Redaktur: Totok Iswanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *