Pemberlakuan PTM di Sampang Tunggu Keputusan Pusat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MASIH DARING: Hingga saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) hingga ada keputusan dari pusat.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Hingga saat ini, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas belum bisa dilakukan di Kabupaten Sampang. Penundaan PTM terbatas, dilakukan sejak tanggal 10 Agustus 2021. Berdasarkan surat edaran (SE) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Nomor 420/1946/434.201/2021. Bahkan, PTM terbatas belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Keputusan itu, mengatur tentang pelaksanaan sistem kerja pegawai dan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Surat dilayangkan kepada semua satuan pendidikan. Sehingga, PTM terbatas belum bisa dilakukan sebelum ada kebijakan terbaru. Sebab, kebijakan penundaan PTM sudah disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Termasuk, kondisi saat ini di daerah dengan slogan kota bahari.

Bacaan Lainnya

“Kami belum bisa memastikan kapan bisa dimulai PTM terbatas. Semoga kondisi terus membaik dan bisa segera digelar,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nor Alam, Selasa (17/8/2021).

Pihaknya mengaku, aktif berkoordinasi dengan tim gugus covid-19. Sehingga, bisa update perkembangan untuk persiapan PTM terbatas. Sebab, terlaksananya PTM di sektor pendidikan merupakan harapan semua guru dan siswa. Apalagi, program pembelajaran online sudah lama diberlakukan.

“Kami sudah berupaya seoptimal mungkin untuk mengefektifkan pembelajaran secara online. Salah satunya, menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan belajar dari rumah (BDR). Hal ini, berlaku untuk jenjang pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol meminta, Disdik selalu mengupdate data kondisi perkembangan Covid-19.  Sehingga, ada persiapan PTM terbatas. Sebab, jika kondisi membaik dan tetap mematuhi aturan bisa saja PTM digelar. “Tentunya PTM itu, jauh lebih baik dan lebih efektif. Sehingga, diharapkan semua pihak. Makanya, pemerintah wajib lebih aktif soal ini,” responnya. (man/ito)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *