Pemblokiran Pemberangkatan, Kemenag Sumenep Tunggu Surat Resmi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) MENUNGGU: Pemberangkatan jamaah haji atau umrah dapat dipastikan setelah ada surat resmi dari pemerintah.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Informasi pemblokiran pemberangkatan terhadap jamaah umrah maupun haji, membuat Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, meminta kepada masyarakat agar tidak panik. Sebelum ada surat resmi, pemberangkatan diprediksikan tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Innani Mukarromah, Informasi pemblokiran masih dipertanyakan, selama tidak ada surat resmi pihaknya tidak bisa mengeluarkan tanggapan soal adanya pemblokiran tersebut.

Bacaan Lainnya

“Itu masih informasi tidak resmi, maka kami belum dapat memastikan takut informasi hoax,” katanya, Rabu,  (3/2/2021).

Menurutnya, pada hakikatnya Kemenag Sumenep menunggu keputusan dari Saudi Arabia selaku tuan rumah untuk memastikan pemberangkatan haji ataupun umrah.

“Tolak ukurnya adalah umrah, jika tetap diberangkatkan, untuk haji bisa dipastikan berangkat. Insya Allah semoga saja berangkat tahun ini,” ucap mantan Kasi Haji Kemenag Pamekasan itu.

Dikatakannya, jika ada surat resmi, pihaknya akan mensosialisasikan dan akan memberikan pengumuman mengenai penundaan pemberangkatan haji maupun umrah “Intinya, Kemenag manut atas aturan pemerintah pusat maupun Arab Saudi,” paparnya.

Innani menambahkankan, pemerintah pusat telah berupaya untuk menyiapkan penyelenggaraan haji. termasuk siap bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan warganya dari risiko penyebaran Covid-19.

Diketahui, jamaah haji yang akan berangkat tahun 2021 ada sebanyak 670 jamaah. Itu pun masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah pusat.

“Kami meyakini, pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Insya Allah, semoga ada kabar baik,” paparnya.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi kembali memberlakukan kebijakan baru untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19 di negaranya. Sejak 3 Februari 2021 memblokir sementara pendatang dari 20 negara. Diantaranya, Indonesia, Uni Emirat Arab, Argentina, Jerman, Amerika Serikat, Britania, Afrika Selatan, Perancis, India, Pakistan, Mesir, Lebanon, Irlandia, Italia, Brazil, Portugal, Turki, Swedia, Swiss, dan Jepang. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *