oleh

Pembuatan KIA Turun 65 Ribu

Kabarmadura.id/Sampang-Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Catatan SIpil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang kurang diminati oleh masyarakat. Pasalnya, hingga percetakan KIA hanya 3 ribu lebih, jumlah tersebut tidak berbanding dengan percetakan KIA di tahun 2019 yang sampai tembus 10 ribu.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dispendukcapil Sampang, Edi Subinto mengatakan, pembuatan KIA tahun 2020 ini jumlahnya turun drastis dari tahun sebelumnya. Bahkan ia menuturkan, menurunnya jumlah pembuatan KIA tersebut dikarenakan adanya wabah covid-19.

Adapun pembuatan KIA di tahun 2019 cukup lumayan artinya tidak seperti yang sekarang. Sebab waktu itu kondisinya masih normal. Sehingga bisa melakukan sosialisasi ke lapangan.

“Yang tahun sebelumnya itu ada 10.000 yang membuat KIA, untuk yang sekarang ini 3.538. jadi tidak sebanding dengan sebelumya,” ungkapnya, Rabu (12/8/2020).

Selain itu ia mengaku, jika kondisi sudah kembali normal dalam pembuatan KIA akan bertambah dari sekarang ini, sebab nanti akan dilakukan sosialisasi ke lapangan. Bahkan anti, akan melakukan penjemputan ke sekolah, jika sekolah sudah kembali aktif. Sebab, tahun sebelumnya dalam melakukan pembuatan KIA ini bekerja sama dengan sekolah, termasuk juga ada relawannya.

“Untuk sosialisasi kebawah saat ini tidak diperbolehkan, adapun untuk menjemput bola ke sekolah, sekolahnya tidak masuk kelas. Jadi sekarang ini repot,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia berharap masyarakat untuk melakukan pembuatan KIA terhadap anak, karna dalam penggunaan KIA ini sangat berfungsi, lantaran didalamnya lebih lengkap daripada kartu tanda penduduk (KTP), antaranya ada nomor kartu keluarga (KK), nama kepala keluarga dan nomor akte kelahiran.

“Fungsinya untuk bisa membuka rekening, bisa untuk persyaratan sekolah di luar kota, bisa juga buat persyaratan BPJS,” tuturnya.

Sementara itu, Mahasiswa IAIN Madura Moh. Faruq menuturkan, minimnya pembuatan KIA tersebut karena banyak masyarakat yang belum memahami terkait manfaatnya KIA. Selain itu karena belum ada tindakan yang menjamin agar masyarakat melakukan pembuatan KIA.

Jadi, seandainya ada tindakan yang sekiranya masyarakat bisa melakukan perbuatan, saya yakin anak-anak di Sampang ini membuat, artinya jika di sekolah harus punya kartu KIA jika ingin daftar maka dengan sendirinya akan membuat.

“Tapi sebelum menerapkan hal itu, petugas dispendukcapil harus sosialisasi dulu, agar masyarakat tidak kebingungan, dan sosialisasi itu jangan melalui kecamatan, sebab tidak akan maksimal,” pungkasnya,(mal/mam).

Komentar

News Feed