Pemdes Desa Timur Jangjang Sumenep Beberkan Dugaan Pekerjaan Fiktif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) JANGGAL: Proyek yang menurut Moh. Syafei dikerjakan pada tahun 2020 dilaporkan janggal.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pengerjaan proyek plengsengan Desa Timur Jangjang Kecamatan Kangayan dinilai janggal, bahkan ditengarai fiktif. Selain itu pekerjaan tidak sesuai draf pada anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

Kejanggalan itu disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Timur Jangjang Moh. Syafei. Menurutnya tertuang dalam APBDes akan digunakan untuk pembangunan fisik, yakni pengerjaan plengsengan. Itu berada dalam poin atau program kelautan atau pemberdayaan dengan pagu anggaran Rp670 juta.

Bacaan Lainnya

“Tapi kenyataannya realisasi penjabaran yang tertuang dalam APBDes tersebut sampai saat ini tidak jelas bentuk fisiknya yang telah dibangun sesuai anggaran dimaksud di Desa Timur Jangjang,” kata Syafei.

Menurut Moh. Syafei rencana pembangunan itu membuat gelisah masyarakat, hal itu terbukti warga bertanya-bertanya tentang realisasi anggaran tersebut.

Tetapi dengan adanya gejolak warga, maka menurut dia baru dikerjakan pada tahun 2020 dengan anggaran baru, padahal pada tahun 2019 sama sekali tidak ada pembangunan. Sehingga dugaan dia itu dikerjakan untuk menutupi pekerjaan fiktif sebelumnya.

“Dugaan ini kami berani buktikan, karena untuk memvalidkan pasti masih ada data baik secara fisik dan secara administratif dan masih ada lagi masyarakat Desa Timur Jangjang sebagai saksi hidup yang melebihi kesaksian sebuah prasasti kegiatan,” imbuh Syafei.

Sementara itu, selaku Pj Kepala Desa (Kades) Desa Timur Jangjang Nurullah memberikan keterangan yang berbeda. Menurut dia anggaran 2019 sudah terealisasi sesuai penggunaan. Sehingga, dia melanjutkan, tuduhan atau dugaan itu tidak benar dan mengada-ngada. Apalagi pagu anggaran itu cukup besar, sehingga pihaknya mengaku tidak berani untuk bermain-main.

“Saya difitnah itu, karena anggaran sudah dikerjakan semua, itu pak Syafei yang melaporkan ke sampean ya, itu keterangan bohong itu fitnah, kami tidak pernah mengerjakan tahun 2020, itu tahun 2019, ini urusan uang banyak kami tidak berani” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Plt Camat Kangayan itu. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *