oleh

Pemeliharaan Jalan di Kepulauan Terbengkalai, Berdalih Karena Covid-19

Kabarmadura.id/Sumenep-Proyek pemeliharaan jalan secara berkala di daerah kepulauan masih terbengkalai, meskipun sudah masuk pelelangan. Hal itu disebabkan karena rekanan tidak dapat melakukan pengerjaan dengan alasan masih menunggu redanya Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep Slamet Supriadi mengatakan, pihaknya  tetap berusaha agar pengerjaan proyek tersebut berlanjut hingga selesai. Sebab, anggarannya tidak masuk ke refocusing.

“Saat ini sudah mulai proses pengerjaan. Setelah sekian lama terbengkalai,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan sebanyak Rp4,2 miliar. Proyek pemeliharaan tersebut di antaranya adalah pemeliharaan berkala Jalan Sonok-Paseser di Kecamatan Masalembu, pemeliharaan jalan berkala Gayam-Tarebung di Kecamatan Gayam, pemeliharaan jalan Kropo-Ketupat di Kecamatan Ra’as dengan panjang masing-masing 1,2 kilometer.

“Dari ketiga pemeliharaan jalan tersebut masing-masing dianggarkan senilai Rp1,4,” ujarnya.

Dinas PU Bina Marga sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Ia tetap berharap, pemeliharaan jalan sesuai pada target yang ditentukan, yakni pada November 2020.

“Saat ini sudah akan dikerjakan mas,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumenep Ahmad Zainurrahman mengatakan, pengerjaan proyek fisik pemeliharaan jalan saat ini masih menjadi perbincangan karena masih belum dikerjakan.

Politisi asal kepulauan itu menegaskan, meski proyek pemeliharaan jalan hingga saat ini masih tidak dikerjakan, persiapan-persiapan harus dilakukan dari sejak dini. Menurutnya, jika persiapan sudah matang, maka ketika ada kelanjutan langsung gerak cepat untuk dilakukan pengerjaan dan cepat selesai.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep senantiasa melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek pemeliharaan jalan karena dihawatirkan tidak selesai sesuai harapan.

“Harus sering dikontrol dan segera dilakukan evaluasi jika ada masalah terhadap pengarjaan agar tidak terjadi keterlambatan,” pungkasnya. (imd/pai)

 

Komentar

News Feed