Pemeliharaan Jalan Didanai Rp300 Juta Saja, Hanya Mampu Tambal Sulam

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MINIM: Ketersediaan dana tambal sulam jalan tidak mampu mengakomodir sejumlah ruang jalan berlubang di Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Proyek pemeliharaan jalan berupa tambal sulam masih membutuhkan tambahan anggaran. Sebab kegiatan tersebut masih jauh dari kebutuhan. Pada tahun 2021, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan hanya memperoleh kucuran dana sebesar Rp300 juta. Sehingga realisasi pengerjaan hanya terbatas di lingkup jalan kabupaten.

Kepala Bidang (Kabid) Pekerjaan Umum Dinas PUPR Bangkalan Guntur Setyadi mengatakan, untuk pemeliharaan jalan tambal sulam di daerah dengan slogan Kota Shalawat itu masih sangat minim.

“Anggaran tahun ini sangat sedikit. Makanya belum mampu menangani se-Kabupaten,” keluhnya, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, anggaran Rp300 juta tidak sesuai dengan kondisi jalan yang harus direhab. Bahkan tidak memungkinkan, jika harus menambal semua ruas jalan berlubang di Bangkalan.

“Kalau dengan anggaran ini, jelas kami hanya mampu fokus di kabupaten saja, meski kondisi jalan di daerah lain masih banyak yang berlubang. Tambal sulam ini, meskipun anggarannya setiap titik sedikit, tapi titiknya ini banyak,” ucap Guntur.

Anggaran tersebut sudah diserap dan digunakan pada perbaikan jalan lingkup kabupaten, baik di pusat kota, atau di lingkungan beberapa kelurahan yang memang masih sesuai dengan jalan poros.

Guntur ingin, sebelum akhir tahun ada tambahan dana yang bisa digunakan untuk menambah jumlah titik perbaikan. Sebab sejauh ini, dari anggaran yang sudah diserap hanya mampu menangani sekitar 12 titik  ruas jalan berlubang.

Sementara itu, seorang warga di Kecamatan Labang Restu Setyawan menuturkan,  kerusakan jalan di sekitar Desa Kesek sudah lama menjadi sorotan, termasuk di antaranya jalan yang sebelumnya mendapatkan proyek tambal sulam. Hasil proyek tahun 2020 lalu,  mulai rusak.

“Yang tahun lalu sempat ditambal, ini sudah rusak. Sekarang jadi masalah baru,” kesalnya.

Dia meminta, tahun 2022 tidak lagi mendapatkan proyek tambal sulam. Melainkan perbaikan jalan. Sebab, jika hanya ditambal sulam tidak akan bertahan lama.

“Harus diperbaiki, bukan ditambal lagi,” paparnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *