Pemenang Desa Tematik Segera Terima Reward

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DPMD FOR KM) INOVATIF: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mendorong setiap desa mengoptimalkan potensinya melalui program Desa Tematik.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah menentukan lima pemenang lomba desa tematik dari 30 desa yang menjadi peserta. Setiap pemenang akan mendapatkan Rp200 juta. Jadi total dana yang akan dikeluarkan Pemkab sebanyak Rp1 miliar untuk lima desa yang direncanakan menjadi desa tematik percontohan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Ach. Faisol melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat (PPM) Anang Suheko menyampaikan, proses pemaparan terhadap rencana anggaran biaya (RAB) sudah dilakukan ke lima desa tersebut. Sementara itu, pencairannya masih dalam tahapan proses. Pihaknya memastikan anggaran yang tersedia tuntas pengerjaannya pada tahun ini.

“RAB-nya sudah kami koreksi kemarin, sudah siap untuk diluncurkan, mengingat waktunya tinggal 1,5 bulan untuk pelaksanaan kegiatan tahun 2021, hingga di akhir tahun sudah selesai,” paparnya, Kamis (11/11/2021).

Ia juga menjelaskan, program Desa Tematik menjadi salah satu program unggulan Pemkab agar ekonomi di desa-desa berkembang dan merata. Rinciannya sebagai berikut: Desa Kertagenah Daya mengembangkan potensi wisata Bukit Kehi, Desa Gagah mengembangkan ekonomi kreatif dan usaha kecil, mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Desa Bunder mengeksplorasi eduwisata garam, Desa Samatan mengembangkan pertanian dan peternakan, Desa Palengaan Laok mengembangkan ekonomi kreatif dan UMKM.

“Yang terpenting pemberian reward yang betul-betul dipergunakan untuk kemakmuran desa, yang mana bisa membangun desa tematik yang ada. Jangan sampai pembangunan di luar tujuan utamanya yaitu membangun desa tematik,” tegasnya.

Anang juga memaparkan, 91 persen dari Rp200 juta dikhususkan untuk pembangunan desa tematik seperti pembelanjaan alat, infrastruktur penunjang, 4 persen untuk operasional, dan 5 persen untuk pelatihan.

“Jadi betul-betul Rp200 juta bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

 

Reporter:  Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *