oleh

Pemerataan Vaksin Covid-19 Harus Diperjuangkan

KABARMADURA.ID – Jumlah vaksin Covid-19 yang akan diterima masing-masing  kabupaten di Madura jumlahnya sangat terbatas. Rasio antara jumlah vaksin yang akan diterima dengan jumlah penduduk di masing-masing kabupaten tidak sampai 1 persen.

Bahkan, jumlah vaksin yang akan diterima tersebut juga masih belum mencukupi untuk sekedar memenuhi kebutuhan ASN di masing-masing kabupaten. Sebagaimana disampaikan Ketua  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan  Abd Azis, harus didistribusikan secara seimbang.

“Vaksin Covid-19 itu kan kebutuhan bagi setiap orang agar terhindar dari Covid-19. Jika memang  tahap pertama untuk garda terdepan, wartawan juga termasuk garda terdepan. Mereka akan selalu berhubungan dengan banyak orang dan bahkan penyambung informasi dari nakes,” ungkap Azis.

Lebih lanjut, Azis berharap Satgas Covid-19 maupun pemerintah kabupaten harus juga memperhatikan kepentingan elemen masyarakat yang berada di garda terdepan.

“Sebisa mungkin pemkab harus memperhatikan keberadaan teman-teman yang bersentuhan langsung dengan banyak orang, utama dengan sumber informasi. Pemerataan vaksin itu penting,” tukasnya.

Garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan banyak orang, sejatinya juga para pedagang pasar. Sayangnya, jumlah vaksin yang terbatas tersebut belum bisa menjangkau terhadap pedagang pasar.

Ketua PWI Bangkalan Mohammad Amin berpandangan serupa,  bahwa  pemerintah pusat tidak perlu membatasi alokasi vaksin ke setiap daerah. Mengingat kebutuhan vaksin tidak hanya pada nakes maupun pejabat saja. Sehingga, daerah juga tidak membatasi pemberian vaksin.

“Kepada pemerintah pusat jangan setengah setengah dalam memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat,” paparnya.

Lanjut dia, meskipun dibatasi, Pemerintah Kabupaten Bangkalan sampai saat ini belum menerima vaksin. Dia berharap, selain tenaga medis, masyarakat lainnya, termasuk wartawan yang sangat rentan terpapar virus ini juga diperhatikan.

“Sebab wartawan juga banyak berhubungan dengan masyarakat,” pungkasnya

Senada dengan PWI Pamekasan dan PWI Bangkalan, Ketua PCNU Sumenep K.H. Pandji Taufiq dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep Moh Yasin mendukung upaya pemerataan vaksin untuk masyarakat umum agar sama-sama mendapatkan perlindungan dari ancaman virus Covid-19.  (timKM)

Dorong Jumlah Penerimaan Vaksin Lebih Banyak

Penerimaan jumlah vaksin di masing-masing kabupaten di Madura yang tergolong sangat sedikit, sebagaimana disampaikan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M. Syukri, perlu upaya lebih agar jumlah penerimaan vaksin di Sumenep lebih banyak.

“Kami mendapatkan laporan jumlahnya hanya sekitar tiga ribuan. Tentu sangat sedikit, karena secara jumlah, penduduk Sumenep lebih dari sejuta jiwa,” ulas Syukri.

Dia mengakui bahwa proses vaksinasi penting untuk mengatasi wabah Covid-19, tapi jangan hanya nakes. Karena yang bergelut dan potensial terinfeksi virus bukan hanya nakes. Tetapi, semua warga negara khususnya di Sumenep.

“Jadi, perlu percepatan pada pelayanan vaksin khusus masyarakat umum,” imbuh Syukri.

Ungkapan serupa disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan dirinya tidak sepakat jika hanya nakes yang diprioritaskan untuk divaksin. Sebab, jika hanya nakes yang diprioritaskan terkesan pemerintah tidak menjamin keselamatan masyarakat.

“Saya dari masyarakat berharap yang diprioritaskan itu bukan hanya nakes, tapi masyarakat umum juga, karena pemerintah itu wajib menjamin keselamatan masyarakat,” cetusnya.

Kemudian, terkait ketersedian vaksin yang ditentukan, pemerintah harus mempunyai kebijakan, dengan cara memilah yang paling penting untuk divaksin. Jadi jangan asal divaksin, terlebih masyarakat di lapangan masih ada yang tidak percaya terkait vaksin Covid-19 ini.

“Jika kuota vaksin ditentukan oleh pemerintah pusat, setidaknya dinkes harus ada kebijakan, siapa yang lebih membutuhkan untuk divaksin, dan kami besok akan panggil pihak dinkes untuk membicarakan soal vaksin ini,” ucap Fafan dengan tegas. (timKM)

Hanya Prioritaskan Pejabat dan Nakes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  membatasi usia penerima vaksin  18 sampai 59 tahun. Pelaksanaan distribusi vaksin pada setiap kabupaten/kota yaitu pada 14 Januari 2021. Namun jumlah dosis di setiap kabupaten seluruh Indonesia berbeda-beda. Termasuk juga di empat kabupaten yang ada di Madura.

Namun, semua kabupaten di Madura memprioritaskan nakes sebagai penerima vaksin. Hal itu karena ketersediaan vaksin terbatas dan jumlah kuotanya berbeda-beda.

Semua pemkab beralasan, nakes diprioritaskan karena kondisinya sangat rentan terpapar Covid-19.  Selain itu, nakes berhadapan langsung dengan masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi menuturkan, ketersediaan vaksin Covid-19  diprioritaskan kepada nakes, baik nakes dari rumah sakit swasta maupun yang berstatus magang, sehingga untuk lainnya menunggu tahap berikutnya.

“Ketersedian vaksin hanya 2.400 dan berdasarkan dari jumlah nakes, yang PNS dan nakes dari rumah sakit swasta,” tuturnya, Selasa (12/1/2021).

Lebih lanjut, kata Agus, seratus persen dari jumlah penduduk di Sampang, idealnya 75 persen harus divaksin. .

Sementara itu, Bangkalan  juga  akan menggelar vaksinasi mulai tanggal 14 Januari mendatang. Namun, pemberian vaksin ini bertahap. Pada tanggal tersebut hanya  Forkopimda  Bamgkalan dan nakes.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, ada 10 pejabat dari Forkopimda yang akan disuntik pertama kali. Mulai dari bupati Bangkalan, unsur Forkopimda, direktur RSUD dan mereka sebagai sampel vaksinasi pertama.

“Setelah itu, vaksin kami prioritaskan kepada nakes dulu sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, 5 ribu orang nakes yang akan divaksin. Kebutuhan keseluruhan vaksin di Bangkalan, belum bisa dipastikan jumlahnya. Sebab, alokasi vaksin langsung ditentukan dari pusat.

Vaksin di Bangkalan baru datang awal Februari mendatang. Sementara itu,  vaksinator yang disediakan 66 orang.

” Vaksinator sudah kamu latih, yang terdiri dari puskesmas masing-masing 3 orang dan dari Dinkes Bangkalan 5 orang vaksinator,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan menuturkan, kebutuhan vaksin untuk nakes rumah sakit sekitar 500 orang.

Sedangkan Kepala Bidang P2P Dinkes Pamekasan, Nanang Suyanto mengatakan   jatah dosis vaksin akan diberikan dalam empat gelombang.  Jika pun ada masyarakat yang menginginkan terlebih dahulu ,tidak bisa, pasalnya aturan dari pemerintah pusat untuk tahap pertama dikhususkan kepada nakes.

“Itu tidak bisa rebutan, wong tiap hari dijadwalkan sesuai yang dibuat oleh pemerintah,” ungkapnya.

Senada dengan itu,  Kepala Dinkes  Sumenep Agus Mulyono  menyatakan, vaksinasi  untuk  asyarakat umum belum direncanakan dengan matang.  Dia mengatakan, vaksinasi untuk nakes dilaksanakan pada Jum at (15/01/2021).

“Untuk tokoh lainnya yang akan divaksin sebanyak 20 orang.,” tukasnya.  (timKM)

Jumlah Vaksin Covid-19 Masing-Masing Kabupaten

Sumenep                            3.767 Dosis

Pamekasan                         3.080 Dosis

Sampang                             2.400 Dosis

Bangkalan                           5.000 Dosis

Jumlah Nakes

Sumenep                            3.699

Pamekasan                         2.884

Sampang                             2.4218

Bangkalan                           2.660

Jumlah ASN

Sumenep                             8.800

Pamekasan                         6.812

Sampang                             6.933

Bangkalan                           9,862

Jumlah Penduduk

Sumenep                            1.137.522

Pamekasan                         916.606

Sampang                             978.875

Bangkalan                           1.054.873

 

Komentar

News Feed