Pemeriksaan Daging Kurban di Sampang Tidak Merata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BEBER: Warga Sampang keluhkan pemeriksaan daging kurban sebelum hingga pasca Idul Adha.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pemeriksaan kelayakan daging sapi di Sampang menuai keluhan warga. Disinyalir, petugas  pemeriksa daging kurban tidak maksimal melakukan pengawasan. Sebab, sejak sebelum Idul Adha tidak ada pemeriksaan di sejumlah titik penyembelihan. Semestinya, kelayakan daging diperiksa setiap tahun. Hal ini diungkapkan Asnawi warga Jalan Panglima Sudirman Sampang, Rabu (21/7/2021).

Dia mengaku, pemeriksaan daging tidak merata. Terutama, di wilayah perkotaan. Terbukti, di beberapa tempat penyembelihan tidak ada pemeriksaan sapi dan kambing. Termasuk, pemeriksaan daging layak konsumsi. “Di sekitar rumah saya ada beberapa titik penyembelihan. Namun, tidak ada pemeriksaan,” keluhnya.

Pihaknya meyakini, jika pemeriksaan tersebut pasti ada. Hanya saja, tidak merata. Khususnya di wilayah perkotaan. Sehingga, ada beberapa titik belum diperiksa oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP). Padahal, pemeriksaan daging cukup penting. Sebab, sebelum dikonsumsi kondisi daging harus bebas dari berbagai jenis penyakit.

Terutama, pemeriksaan hewan kurban sebelum penyembelihan. Kondisinya, harus sehat dan dagingnya layak dikonsumsi. “Memang tidak ada kasus negatif soal konsumsi daging. Namun, sebagai penanggung jawab dari tugasnya, harus melakukan pemeriksaan secara serius. Sehingga, yang dikonsumsi benar- benar aman untuk masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan dan KP Sampang Hendra Gunawan mengaku, sudah maksimal melakukan pengawasan daging kurban. Termasuk, pemeriksaan hewan kurban. Hanya saja, dipastikan ada penyembelihan yang lepas dari pantauan petugas.

“Kami akui tidak semua lokasi penyembelihan bisa tercover. Karena, lokasi penyembelihan sangat banyak. Terutama di wilayah perkotaan. Namun, yang pasti kami sudah maksimal melakukan pemeriksaan,” responnya.

Dia mengungkapkan, dari 34 dokter hewan hanya dua orang diterjunkan ke semua kecamatan.  Sedangkan sisanya, ditugaskan di kecamatan Sampang. Sebab, lokasi penyembelihan di perkotaan lebih banyak saat Idul Adha. “Kami sudah dropping dokter hewan di semua kecamatan. Apalagi, di kota ditugaskan lebih banyak dokter,” tukasnya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *