oleh

Pemeriksaan Kades se-Arjasa Timbulkan Kecurigaan

Tidak Jelas Tujuan dan Tindak Lanjutnya

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pemanggilan para kepala desa (kades) se-Kecamatan Arjasa oleh Polres Sumenep sempat ramai di media massa dan menjadi perbincangan publik. Para kades tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh kepolisian atas dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD),  anggaran pendapatan dan belanja desa  (APBDes) tahun 2016 sampai 2018. Akan tetapi, saat ini tindak lanjut kasus tersebut mulai “senyap.”

Pengamat hukum yang tinggal di Sumenep Safrawi menyatakan, pihak kepolisian harus benar-benar profesional dalam menangani kasus tersebut. Menurut Safrawi, polisi harus fokus terhadap kasus tersebut sesuai dengan tujuan utama untuk memintai keterangan para kades, tidak boleh ada embel-embel lain.

“Kita kan juga bertanya-tanya, ada apa kok DD dan ADD yang dari tahun 2016 itu baru sekarang,” ungkapnya, Rabu (3/4).

Safrawi menambahkan, setelah selesai melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan, maka harus jelas tindak lanjutnya, misalnya dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Yang kedua, tambah advokat tersebut, jika sudah ada kejelasan, ada indikasi korupsi atau tidak, berikut buktinya, para kades harus segera diberi kepastian, jangan digantung dalam harapan dan kegetiran.

Kepala Sub Bagian Humas Polres sumenep Agus Suparno saat ditemui Kabar Madura, Senin (1/4)  di kantornya dan ditanya sudah sampai dimana tindak lanjutnya, ia mengatakan bahwa hari itu juga ia masih mau meminta data dan keterangannya dari pihak penyidik, apabila sudah mendapatkannya ia akan memberikannya.

Akan tetapi, saat dihubungi kembali oleh Kabar Madura pada hari Rabu (3/4) ia mengungkapkan masih belum mendapatkannya, “masih belum mas, sabar nggih,”jawabnya. (mad/rei)

Komentar

News Feed