oleh

Pemerintah Batasi Guru Penerima Honor dari BOS

Kabarmadura.id/Sampang-Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 tahun 2020, tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020, mengamanatkan penggunaan BOS sebanyak 50 persen dapat digunakan untuk membayar honor para tenaga honorer yang mengajar. Sayangnya tidak semua honorer dapat menikmati peningkatan persentase penggunaan bantuan itu.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Abdul Rahman mengatakan, pemerintah mengubah kebijakan penyaluran dan penggunaan dana BOS menjadi lebih fleksibel.

Sebab, porsi untuk guru honorer mencapai 50 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 15 persen. Hal itu, diklaim untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di daerah, termasuk di Kabupaten Sampang.

Akan tetapi menurutnya, tidak semua guru honorer dapat menikmati kebijakan itu, melainkan hanya guru yang memenuhi syarat, yakni guru honorer yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikasi pendidik.

“Serta sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum 31 Desember 2019 lalu,” katanya, Rabu (12/2/2020).

Dirinya mengungkapkan, pagu bantuan BOS untuk SD negeri dan swasta di Kabupaten Sampang tahun ini, kurang lebih mencapai Rp55 miliar. Namun dirinya mengungkapkan, besaran bantuan yang diterima setiap lembaga berbeda-beda, sesuai dengan banyaknya siswa, dimana setiap siswa dianggarkan sebesar Rp900.000.

“Adanya perubahan postur penggunaan BOS ini, merupakan bagian dari kebijakan merdeka belajar yang fokus pada meningkatkan fleksibilitas dan otonomi bagi para kepala sekolah untuk menggunakan dana BOS sesuai dengan kebutuhan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Nurul Huda mengapresiasi, turunnya kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan pengalokasian dana BOS untuk operasional dan honor guru honorer sebesar 50 persen.

Pihaknya berharap, para guru honorer lebih semangat dalam mengabdi dan meningkatkan mutu pendidikan di Sampang agar bisa lebih baik.

“Kebijakan ini sangat bagus untuk meningkatkan taraf kehidupan yang layak bagi para guru honorer khususnya di Sampang, karena selama ini mereka kurang mendapat perhatian, semoga kedepannya kesejahteraan guru terus diperhatikan oleh pemerintah,” terangnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed