oleh

Pemilik Galian C di Bira Timur Mangkir dari Panggilan Penyidik Polres Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Kepolisian Resor (Polres) Sampang, terus mendalami kasus galian c ilegal di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. Setelah menutup dan memagari alat berat dengan policeline, petugas juga memanggil pemilik galian c. Sayang, satu dari dua orang pemilik galian c, mangkir dari panggilan tim penyidik.

Kepala Polres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) AKP Riki Donaire Piliang mengatakan, pemilik pertambangan di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, saat ini sudah memasuki tahap penyidikan.

Pihaknya mengungkapkan, dari dua pemilik pertambangan galian c ilegal R dan B. Satu dari dua orang itu, yakni B tidak memenuhi panggilan aparat kepolisian. Pihaknya mengaku akan melakukan pemanggilan kedua pada yang bersangkutan.

“Kami akam melakukan pemanggilan kedua pada B ini, karena yang pertama tidak hadir,” ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Dia menambahkan, hingga saat ini dua lokasi aktivitas pertambangan galian c di Desa Bira Timur itu masih terus dalam proses hukum penyidik Polres Sampang. Bahkan pihaknya memastikan sampai saat ini sejumlah alat berat jenis eskavator di lokasi tersebut tetap dalam pengawasan pihal kepolisian.

“Selama dalam proses hukum, di dua lokasi itu kami melarang ada aktivitas pertambangan,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, dari 23 lokasi tambang galin c, 18 lokasi dalam pengawasan dan dipasangi imbauan peringatan. Sementara tiga lokasi diantaranya sudah mengantongi surat izin, yakni di Kecamatan Kecamatan Sampang, Kecamatan Kedungdung, dan Kecamatan Tambelangan.

“Jika tidak ada izinnya itu akan dikenai sanksi Rp10 miliar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Pengelolaan Lingkungan (PPL) DLH Sampang Moh Zainullah. (mal/pin)

Komentar

News Feed