Peminat Sekolah Penggerak di Disdik Sumenep Turun Drastis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DILATIH: Peminat sekolah penggerak di bawah naungan Disdik Sumenep turun drastis.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Program sekolah penggerak di Sumenep nampaknya belum sepenuhnya diminati oleh sekolah. Terbukti, dari angkatan pertama yang mendaftarkan 800 sekolah, namun pada angkatan kedua hanya sekitar 123 sekolah yang mendaftar dalam program tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan mengutarakan, pemerintah pusat sebelumnya mengapresiasi bahkan menunjuk Sumenep sebagai satu-satunya menjadi pilot project sekolah penggerak di Madura. Dengan beberapa sampel sistem sekolah yang dinilai inovatif.

Bacaan Lainnya

Namun, dalam perjalanan waktu, program sekolah penggerak belum sepenuhnya menjadi daya tarik bagi sekolah. Terbukti, saat ini hanya beberapa sekolah yang meminati program tersebut.

”Sekolah yang mendaftar di angkatan kedua belum dinyatakan final menjadi pelopor sekolah penggerak. Karena harus melalui seleksi-seleksi dan verifikasi sebelum dinyatakan lolos sebagai sekolah penggerak,.

Dikatakannya, setelah dinyatakan lolos sebagai sekolah penggerak, sekolah tersebut harus mengikuti beberapa kegiatan lanjutan. Kegiatan tersebut seperti pelatihan-pelatihan yang lebih intens. Sehingga program sekolah penggerak yang substansinya mengkolaborasikan pendidikan pesantren dan umum itu bisa terlaksana dengan baik.

“Yang diajukan harus seleksi oleh pemerintah pusat. Setelah ditetapkan sebagai pelaksana program sekolah penggerak tentu dibekali materi program melalui workshop program sekolah penggerak,” kata Iksan.

Ditegaskan Iksan, alasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk Sumenep sebagai bagian dari pelaksanaan sekolah penggerak, lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak perhitungan dalam menganggarkan untuk pengembangan pendidikan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Pria yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu menyebut, pada angkatan pertama dari 800 sekolah, baik swasta maupun negeri yang diajukan, ternyata hanya 122 sekolah yang dinyatakan masuk tahap II, finalnya hanya 53 sekolah yang lolos sebagai sekolah penggerak.

Sementara pada angkatan kedua calon sekolah penggerak di antaranya kelompok bermain (KB) 3, sekolah dasar (SD) 69, sekolah menengah pertama (SMP) 35 dan taman kanak-kanak (TK) 16. Jadi hanya 123 sekolah yang kembali mendaftar sekolah penggerak.

“Saya berharap masih ada sekolah yang mendaftarkan untuk menjadi pelaksana program sekolah penggerak,” pungkasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *