Pemkab Bangkalan Diminta Transparan Penggunaan DID Rp27 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) KLARIFIKASI: Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bangkalan Taufan Zairinsjah.

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mendapat kucuran anggaran dana insentif daerah (DID) dari pemerintah pusat sebesar Rp27 miliar. Usai dituding oleh Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan diduga menyembunyikan anggaran tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan Taufan Zairinsjah angkat bicara. Anggaran tersebut diakuinya untuk pemulihan ekonomi.

Dijelaskannya, jika Bangkalan mendapat kucuran DID sebesar Rp27 miliar. Anggaran tersebut diberikan dua kali oleh pemerintah pusat. Sementara, kucuran pertama yakni Rp14 miliar pada bulan Juni 2020 lalu, dan  anggaran tersebut sudah teralisasi.

Bacaan Lainnya

“DID tetap akan mengacu pada bidang masing-masing. Tapi kemarin kami alokasikan peningkatan ekonomi,” terangnya.

Lebih lanjut, DID puluhan miliar tersebut telah turun dari pusat. Namun, mengenai rincian realisasinya untuk apa saja, dia menjelaskan, akan melakukan kalkulasi lagi sesuai peruntukkannya. Dia menegaskan, anggaran itu untuk penanganan ekonomi dan infrastruktur.

“Anggaran yang turun tahap pertama Rp14 miliar, sudah direalisasikan sesuai dengan regulasinya yakni peningkatan ekonomi, kegiatan penunjang fasilitas dan infrastruktur seperti pembangunan pasar, pariwisata. Termasuk juga bantuan sosial (bansos),” ujarnya.

Dia menambahkan, nanti akan dievaluasi kembali agar semua kegiatan dan program bisa tercover melalui dana DID itu. “Tapi lebih banyak di kesehatan dan pemulihan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan yang termasuk kebagian DID mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2,3 miliar. Anggaran itu kata Kepala Dinkes Bangkalan untuk kebutuhan dan keperluan penanganan Covid-19, baik di puskesmas maupun di Dinkes sendiri.

“Pembelian alat pelindung diri (APD), hasmet, face shield dan masker,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan membeli kendaraan operasional khusus untuk kegiatan penanganan Covid-19. Katanya, saat ini pihaknya melakukan pengadaan kendaraan sebanyak dua unit mobil dari dana itu. Namun, baru satu unit kendaraan yang akan digunakan untuk operasional.

“Mobil ambulans ini nanti untuk keperluan operasional penanganan Covid-19. Nanti akan di  tempatkan di Dinkes satu unit, satunya di P2T. Selebihnya anggaran untuk alat kesehatan,” tukasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *