Pemkab Bangkalan Dinilai Tidak Serius Kelola MPP

mpp Bangkalan
(KM/FATHURROHMAN) TIDAK SERIUS: Sebagian besar stand layanan MPP Bangkalan sering kali tidak ada petugasnya.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Mall Pelayanan Publik (MPP) di Bangkalan sudah berusia 18 bulan. Namun pusat pelayanan itu dinilai belum berjalan maksimal, masih sering ditemui stand layanan tidak ada petugasnya.

Kondisi itu mendapatkan respon tidak sedap dari berbagai kalangan, salah satunya dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pusat Analisis Kajian dan Informasi Strategis (Pakis). Mereka langsung mendatangi MPP dan menyegel stand layanan yang ditinggal petugasnya.

Menurut Ketua Pakis Abdurrahman Thohir, keberadaan MPP terkesan hanya disia-siakan. Sebab, ada OPD yang bersangkutan tidak menempatkan karyawannya agar stand by di bilik pelayanan yang disediakan.

Bacaan Lainnya

“Semacam tidak ada niat dari OPD untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Tujuan MPP ini jelas, agar masyarakat itu lebih mudah aksesnya ketika hendak melakukan pengurusan administrasi baik izin bisnis usahanya atau pelayanan lainnya,” ungkap Abdurrahman, Kamis (31/3/2022).

Pihaknya mengaku sudah berulang kali singgah di MPP, akan tetapi setiap singgah hanya mendapati dua pelayanan yang aktif. Sedangkan lainnya, tidak ada satupun petugas yang standby.

“Ada 17 pelayanan dari OPD di MPP, tapi hanya dua yang masih ada petugasnya. Yaitu di pelayanan perizinan dan dispendukcapil. Yang lainnya kemana, seharusnya ada atau tidak masyarakat yang mengurus pelayanan, petugas harus standby minimal sesuai dengan jam kerja di kantor utamanya,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Lanang Bara Muslim selaku leading sector pelayanan MPP enggan berkomentar terkait pelayanan yang sering kosong.

“Jangan ke saya mas, langsung ke Pak Kadis saja. Tadi sudah konfirmasi ke Pak Kadis, kalau ada aksi di sini. Tetapi beliau masih ada kegiatan di Arosbaya. Langsung ke Pak Kadis saja, tadi sudah perjalanan ke sini katanya,” ujarnya saat diwawancarai.

Lanang menyebutkan, penyebab kurang maksimalnya pelayanan di MPP karena ada pembaruan sistem digital. Sehingga, pelayanan OPD yang ada belum bisa maksimal.

“Masih belum input dengan sistem yang baru, itu yang membuat OPD tidak bisa stand by di sini karena memang pelayanan masih belum bisa,” cetusnya.

Sementara Bupati Bangkalan R. Abdul Latief Amin Imron mengaku keberadaan MPP memang masih perlu ada evaluasi. “Ini masukan dari masyarakat menjadi evaluasi. Kami akan tingkatkan kembali agar MPP ini bisa sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Terima Kasih masukannya,” jelasnya.

Reporter: Fathurrohman

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.