Pemkab Bangkalan Ditarget 3 Tahun Entaskan Kemiskinan Ekstrem

  • Whatsapp
(FOTO: KM/PEMKABBANGKALAN FOR KM) KOORDINASI: Wabup Bangkalan bersama tim Bappeda Bangkalan melakukan video call dengan pejabat Pemprov Jatim mengenai program pengentasan kemiskinan ekstrem.

KABARMADIRA.ID | BANGKALANSebagai kabupaten yang mendapat program pengentasan kemiskinan ekstrem dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Pemkab Bangkalan akan merealisasikan programnya dalam bentuk peningkatan pendapatan masyarakat desa. Saat ini,  tahapannya masih proses pendataan masyarakat yang akan menerima program tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan Eko Setiawan. Dia menyampaikan, kegiatan itu harus segera direalisasikan. Sebab, di tahun 2024 mendatang, Bangkalan ditarget sudah memiliki desa mandiri dan tidak ada lagi wilayah dengan kemiskinan ekstrem.

Bacaan Lainnya

“Nanti di lapangannya seperti apa, masih kami bahas, baik di internal Pemkab maupun dengan Pemprov Jatim,” katanya, Minggu (31/10/2021).

Kata Eko, konsep pengentasan kemiskinan ekstrem tersebut masih akan disesuaikan kembali dengan program nasional pula. Saat ini pihaknya bersama pimpinan masih melakukan pemantapan dan persiapan ketika program itu direalisasikan. Dia memprediksi, kegiatan akan dilakukan tahun 2022.

“Salah satunya peningkatan pendapatan nanti untuk realisasinya. Nanti akan difokuskan di lima kecamatan 25 desa,” paparnya.

Namun, waktu kegiatan peningkatan pendapatan tersebut belum dipastikan. Alasannya, timnya, baik dari Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim masih melakukan kajian. Sedangkan sinkronisasi juga perlu dilakukan bersama leading sektor lainnya, seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan.

Pendataan disesuaikan dengan identitas masyarakat yang akan mendapatkan programnya, agar diketahui bahwa warga tersebut benar-benar miskin.

“Kami masih melakukan sinkronisasi dari nasional ke provinsi dan kabupaten,” tambah Eko.

Bangkalan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program prioritas tersebut, karena ada aspek-aspek dan perhitungan yang ditentukan Pemprov Jatim. Salah satunya, ada kecamatan di Bangkalan yang masih memiliki desa dengan kondisi miskin ekstrem.

“Indikator kemiskinan memang banyak, karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bangkalan masih masuk kategori dengan tingkat kemiskinan terendah,” jelasnya mengenai kondisi kemiskinan di Bangkalan.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni menyampaikan, terdapat lima kecamatan di Bangkalan dengan kemiskinan ekstrem. Lima kecamatan tersebut antara lain, Kecamatan Kokop, Konang, Geger, Modung, Blega.

Kecamatan Kokop meliputi Desa Durjan, Bandang Laok, Tlokoh, Mandung dan Katol Timur. Kecamatan Konang meliputi Desa Genteng, Durin Timur, Durin Barat, Batokaban, dan Galis Dajah.

Kecamatan Geger meliputi Desa Lerpak, Togubang, Katol Barat, Banyoning Laok, dan Geger. Kecamatan Modung meliputi Desa Serabi Timur, Kolla, Alas Kokon, Pakong, dan Patenteng. Kecamatan Blega meliputi Desa Alas Raja, Lombang Dajah, Bates, Karang Nangka dan Rosep.

“Di mana setiap tahapan realisasinya nanti akan ada evaluasi dari pemkab maupun provinsi,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *