Pemkab Bangkalan Perketat Penggunaan Dana Hibah Keagamaan Rp1,5 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Ist) MEMBERIKAN ARAHAN: Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni saat diminta keterangan soal dana hibah keagamaan.

KABARNMADURA.ID, Bangkalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan segera mencairkan dana hibah untuk bidang keagamaan. Anggaran dana hibah sebesar Rp1,5 miliar. Sesuai peruntukannya dana itu akan dikhususkan untuk perbaikan lembaga keagamaan maupun pendidikan.

Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni berpesan agar penggunaan dana hibah itu harus sesuai dengan surat pertanggungjawaban (SPj). Dimana laporan tersebut harus jelas realisasinya.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2020 akan kami berikan segitu, penerima agar digunakan sebaik mungkin dan sesuai dengan undang-undang, sekecil apapun harus ada laporan pertanggungjawabannya,” katanya, Senin (9/10/2020).

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Pemkab Bangkalan Hosun mengatakan, jika dana hibah keagamaan diperuntukkan untuk keperluan lembaga keagamaan,  seperti masjid, musala dan madrasah. Dimana nominalnya berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

“Masjid ada yang Rp5 juta hingga Rp3 juta, kalau madrasah ini Rp5 juta. Ada yang Rp10 juta untuk pondok pesantren,” jelasnya.

Hosun menambahkan, dana hibah ini disediakan setelah adanya refocusing anggaran. Dia juga menyebut khusus dana hibah tidak ada refocusing.

“Memang diamankan karena menyambut pendidikan,” imbuhnya.

Secara teknis sendiri, lanjut Hosun, dana sebesar Rp1,5 miliar ini akan diberikan kepada 209 lembaga yang ada di Bangkalan. Rinciannya, Hosun enggan menjelaskan karena beralasan belum dilakukan perincian lembaga apa saja yang akan diberikan. Dia hanya mengungkapkan, bulan November ini akan dilakukan pencairan.

“Sekarang tahapan sudah di pencairan sambil melengkapi kekurangan berkas lainnya dan rancangan anggaran biaya (RAB)-nya,” terangnya.

Dia juga mewanti-wanti bagi penerima, jika usai pencairan segera diproses untuk laporan realisasinya penggunaan anggarannya. Sebab, tenggat waktu penyelesaian laporan hanya satu bulan setelah dana dicairkan. Dia juga berharap, pada penerima agar dana itu dimanfaatkan sesuai dengan RAB yang diajukan kepadanya.

“Peruntukannya ada yang untuk pengecatan dan rehab ringan, karena ini kan kecil,” pungkasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *