oleh

Pemkab Bangkalan Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Kabarmadura.id/Bangkalan– Status tanggap darurat covid-19 yang direncanakan berakhir hari ini ternyata dibatalkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperpanjang status tanggap darurat covid-19, Senin (10/8/2020).

Pembatalan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bangkalan surat pernyataan perpanjangan status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat covid-19 nomor: 360/141/433.208/2020 yang ditetapkan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron Tanggal 11 Agustus 2020.

Perpanjangan itu dibuat karena berdasarkan dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan penyebaran covid-19 cenderung meningkat. Dimana pasien yang dinyatakan terinfeksi covid-19 masih terus berlangsung. Pertanggal, 9 Agustus 2020 setidaknya masyarakat yang menjadi suspeck 116 orang, terinfeksi covid-19 sebanyak 377 jiwa dan sembuh 260 pasien.

Humas satgas covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, perpanjangan status tidak akan mencabut izin keramaian meski sebelumnya sudah ada kesepakatan diperbolehkan kembali kegiatan yang mengundang keramaian setelah tanggal 11 Agustus. Dia menuturkan, pihaknya hanya bisa memberikan kelonggaran kegiatan yang mengundang banyak orang pada daerah kecamatan yang sudah masuk zona hijau.

“Di Bangkalan yang sudah masuk zona hijau hanya 5 kecamatan. Jadi, yang bisa menggelar kegiatan hanya di zona hijau itu,” tuturnya.

Kata dia, 5 kecamatan yang diperbolehkan menggelar kegiatan adalah Tragah, Konang, Tanjungbumi, Kokop dan Galis. Selain 5 kecamatan tersebut, lanjutnya, dilarang atau tidak boleh melakukan kegiatan yang undangannya melebihi 20 orang.

“Yang memberikan wilayah menjadi zona hijau atau merah itu bukan kewenangan kami, tapi pusat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) ini mengatakan, sebenarnya sesuai ketentuan dari pusat tidak bisa dipilah perkecamatan. Namun, karena sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan Persatuan Seni Bangkalan (Persaba) yang memperbolehkan kegiatan usai tanggal 11 Agustus, sehingga terpaksa Pemkab Bangkalan harus memberika kelonggaran.

“Baru kalau sudah masuk zona kuning bisa menggelar. Seperti Kecamatan Kota sendiri sampai saat ini masyarakat tidak bisa menggelar hajatan, sewa gedung dan lainnya, karena selain Bangkalan masih zona oranye, juga Kecamatan Kota belum menjadi zona hijau, itu pasti belum bisa,” pungkasnya.

Diketahui, perpanjangan status ini akan dimulai 60 hari kedepan. Sejak tanggal 12 Agustus hingga 30 Oktober 2020 mendatang.(ina/mam)

Komentar

News Feed