Pemkab Bangkalan Siapkan Bantuan Jampersal Rp4 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SANTAI: Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Zuhdi saat menyampaikan soal jampersal.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Ibu hamil di Bangkalan bisa melakukan persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan secara gratis. Bantuan tersebut berupa jaminan persalinan (Jampersal) yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Tidak tanggung-tanggung anggaran sebesar Rp4 miliar.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Zuhdi menerangkan, awalnya hanya menyediakan anggaran Rp1 miliar pada tahun 2020. Mengingat tahun ini ada peningkatan kematian pada ibu hamil dan bayi. Akhirnya Jampersal tersebut ditambah pada anggaran tahun 2021 sebesar Rp4 miliar.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini masih terserap sekitar 90 persen,” ujarnya.

Kemudian, penambahan anggaran tersebut juga imbas dari penonaktifan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada masyarakat kurang mampu. Namun, anggaran sebesar itu tidak keseluruhan akan direalisasikan untuk jaminan persalinan ibu hamil yang kurang mampu.

Kata Zuhdi, pihaknya hanya akan merealisasikan sebesar Rp3 miliar. Sebab, untuk Rp1 miliarnya lagi digunakan sebagai transport ibu hamil dari rumah ke rumah sakit dan dari rumah sakit ke rumah pasien.

“Jadi transportnya gratis, sudah ditanggung dan dianggarkan sendiri oleh dinkes,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan, begitu juga tahun ini anggaran Jampersal Rp1 miliar akan dibagi untuk biaya persalinan Rp600 juta dan Rp400 juta untuk transportasi. Penerima jampersal, Zuhdi mengungkapkan, dikhususkan bagi ibu hamil yang kurang mampu.

Persyaratannya, kata dia, hanya harus mempunyai KTP dan Kartu Keluarga (KK). Dimana ibu hamil kurang mampu tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dari pemerintah. Dia mengaku, telah mewanti-wanti agar anggaran jampersal ini diberikan pada ibu hamil kurang mampu.

“Jadi saya harap bagi ibu hamil yang membutuhkan agar persalinan bisa dilakukan di layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, bukan ke dukun beranak,” tandasnya.

Sekedar diketahui, tahun 2020 Angka Kematian Ibu (AKI) ada 13 kasus dan Angka Kematian Neonatus (AKN) 150 kasus. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *