oleh

Pemkab Bangkalan Siapkan TPS3R untuk Tangani Sampah 9 Kubik

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Tumpukkan sampah di pesisir Pantai Kamal diibaratkan penyakit kronis. Hal itu tidak terlepas dari tumpukkan sampah yang semakin banyak, meski sudah berulang kali dilakukan pembersihan.

Kepala Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) Anang Yulianto mengatakan, setiap kali diangkut, sampah di bibir pantai pelabuhan timur Kamal tersebut tidak kurang dari 9 kubik. Kondisi itu tidak akan berubah, jika tidak ada sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah.

Dengan sinergitas itu, masyarakat tidak lagi membuang sampah di pesisir pantai, namun diolah kembali. Tentunya untuk mewujudkan itu, harus ada sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten melakukan pengolahan sampah.

“Kalau sanksi bukan langkah bijak menurut kami. Kami menginginkan ada penanganan dari hulu dan hilirnya,” jelasnya, Minggu (30/8/2020).

Dia mengatakan, akan menawarkan tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan TPS3R masyarakat tidak perlu bingung harus membuang sampah lagi. Sebab, pengelola TPS3R yang akan menjemput sampah ke rumah warga.

“Solusi-solusi permanen ini lah yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengendalikan sampah liar yang dibuang tidak ditempatnya,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni menyampaikan, harus ada gerakan pembersihan massal pada lokasi-lokasi yang bukan sebagai tempat pembuangan sampah, namun dijadikan lokasi pembuangan sampah. Salah satunya seperti di pesisir Pantai Kamal.

“Kami siap menyediakan lokasi (TPS3R, red) tersebut. Selain membersihkan sampah, kami juga menyediakan lapangan pekerjaan melalui (TPS3R, red) itu,” ujarnya.

Dengan adanya TPS3R, nantinya masyarakat tidak bingung lagi untuk mengelola persampahan. Lanjut dia, sudah ada tiga lokasi yang dijadikan tempat pengelolaan sampah modern di Bangkalan.

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk memberikan sedikit lokasi untuk dijadikan tempat penampungan sampah yang ada di pesisir Pantai Kamal.

“Kami juga meminta dukungan dari pihak PT ASDP selaku pengelola pelabuhan untuk berkoordinasi ke provinsi,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Ardi Susanto menyampaikan, wilayah pantai adalah kewenangannya. Tetapi, wilayah pantai juga terbagi menjadi zonasi-zonasi wilayah. Sedangkan, untuk wilayah pelabuhan di sepanjang pesisir Pantai Kamal adalah milik PT ASDP.

“Tapi nanti akan kami diskusikan bersama baik itu dengan pihak terkait dan Dinas Kelautan Jawa Timur agar lahan pengelolaan sampah ini bisa terealisasi,” tukasnya. (ina/pin)

 

Komentar

News Feed