Pemkab Bangkalan Terima Ratusan Aduan Tentang Infrastruktur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) Agus Zein Kepala Diskominfo Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Kanal reaksi cepat milik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) sejak bulan Januari hingga Agustus menerima 142 aduan dari masyarakat. Ratusan aduan itu cukup bervariatif dan ditujukan kepada Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

“Kanal ini sudah lama, statistik kami sudah ada 142 laporan atau aduan dari masyarakat sampai akhir Agustu ini. Macam-macam laporannya,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, rata-rata aduan masyarakat mengenai laporan infrastruktur. Seperti, jalan rusak yang tidak kunjung dibenahi dan pelayanan yang dinilai kurang maksimal oleh masyarakat. “Saya tidak hafal apa saja, nanti akan kami klasifikasi lagi,” ucapnya.

Agus menyampaikan, ratusan aduan itu akan diprioritaskan dari aspek permasalahan yang urgent untuk diselesaikan. Masyarakat melakukan aduan melalui nomor telepon sama dan whatsapp. Sebab, kanal tersebut terintegrasi dengan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

“Sehingga aduan tersebut harus ditindaklanjuti. Kalau tidak, pasti kami akan ditegur. Untuk kanal ini, berlaku sudah lama sebenarnya,” paparnya.

Berdasarkan data yang dicatat Diskominfo, dari 142 laporan yang masuk sudah ada 2,1 persen laporan yang tertunda dan 90,2 di disposisi. Sedangkan laporan yang belum ditindaklanjuti sebanyak 7,6 persen dan sudah selesai ditindaklanjuti sebanyak 90,2 persen.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, banyaknya aduan tersebut menandakan bahwa masyarakat ingin segera direspon. Sehingga, adanya kanal aspirasi sangat membantu di bidang pemantauan kinerja pemerintah daerah.

Beberapa masyarakat yang melakukan aduan dan laporan tersebut diakuinya sudah ditindaklanjuti. “Seperti abrasi di Kwanyar sudah kami selesaikan. Dinas terkait juga kami gandeng untuk turun,” responnya.

Pihaknya mengaku, banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya infrastruktur jalan yang rusak. Salah satu faktornya, adanya wabah Covid-19 yang mengakibatkan semua kegiatan tidak bisa terkaver. Sebab, kegiatan fisik untuk infrastruktur ada yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Anggaran yang kami dapat dari Pemerintah Pusat maupun provinsi memang ada yang tertunda tahun ini. Insyaallah aspirasi terkait infrastruktur jalan akan kami upayakan di tahun 2022 untuk bisa dikerjakan. Dan tentunya ini nanti akan kami lakukan dengan skala prioritas mana yang kondisi lebih buruk kami tindaklanjuti terlebih dahulu,” jelasnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *