Pemkab Batasi Akses Kunjungan Wisatawan Luar Daerah

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) SEPI: Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pamekasan menutup layanan tatap muka sejak 16 Maret hingga 5 April mendatang.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Demi menjaga kewaspadaan terhadap menyebarnya virus corona atau covid-19, sejumlah akses pelayanan publik di Kabupaten Pamekasan mulai membatasi layanan tatap muka. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pamekasan, yang menutup pelayanan tatap muka secara langsung dengan pengunjung.

Salah satu petugas KPP Pratama Samhudi mengatakan, pihaknya memberlakukan kebijakan tersebut atas dasar instruksi dari pemerintah pusat, berkenaan dengan upaya mewaspadai penyebarluasan covid-19. Penutupan layanan tatap muka itu akan diberlakukan hingga 5 April mendatang.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat secara online melalui saluran telepon dan email yang telah tersedia. Tidak hanya itu, khusus SPT tahunan PPh orang pribadi 2019 dibatasi hingga 30 April 2020 dan tidak dikenakan sanksi keterlambatan.

“Pelayanan tetap kami lakukan, hanya saja tidak dengan tatap muka secara langsung, melainkan secara online dengan melalui saluran telepon dan email,” ungkapnya, Kamis (19/03/2020).

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, masih membuka akses kunjungan di sejumlah destinasi wisata. Menurut Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin, pihaknya sudah mengimbau kepada masyarakat luas, untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak terkecuali tempat penginapan, restoran, dan destinasi wisata.

Ahmad menyampaikan, secara khusus pihaknya meminta pelaku wisata, khususnya yang dikelola oleh perorangan, untuk menyediakan tempat cuci tangan berupa hand sanitizer. Selain itu, pihaknya juga meminta pengelola wisata untuk selektif dalam menerima kunjungan wisatawan dari luar daerah.

“Sekedar dibatasi saja, dari konteks social distancing, belum dikunci atau lock down,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menyampaikan, kendati sampai saat ini belum ada satupun warga di Pamekasan yang dinyatakan terpapar pandemi covid-19, namun pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada.

Pihaknya juga meminta, agar akses wisatawan luar daerah menjadi perhatian khusus. Kendati sampai saat ini Bupati Pamekasan belum mengeluarkan kebijakan penutupan destinasi wisata, namun para pengelola tempat wisata diminta untuk ikut waspada, serta berpartisipasi mencegah penyebaran virus corona dengan berbagai sosialisasi di tempat wisata.

“Langkah awal yang harus kita lakukan adalah sosialisasi sebanyak mungkin kepada masyarakat, bisa saja tempat pariwisata tadi sebagai ajang sosialisasi agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dirinya,” pungkasnya. (km53/rul/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *