Pemkab Belum Temukan Solusi Kekeringan

  • Whatsapp
Seorang petani menanam biji palawija di areal sawah yang mengering di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (7/7). Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu, Kekeringan yang melanda areal pertanian sudah mencapai 14.689 hektar dan terancam puso. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/Rei/pd/15.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Memasuki musim kemarau, kekeringan mulai menghantui warga Bangkalan. Tampak sumur-sumur warga yang menjadi sumber air bersih, kini mulai menyusut. Bahkan areal persawahan, tanahnya mulai retak-retak dan volume air di sungai kian menyusut. Kendati demikian, pemerintah kabupaten setempat mengaku belum menemukan solusi yang pas untuk menangani persoalan kekeringan tersebut.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku, pihaknya masih belum bisa memberikan solusi agar warga Bangkalan tidak khawatir menghadapi potensi terjadinya bencana kekeringan ini.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan hanya mampu memberikan program droping air bersih, untuk meminimalisir dampak kekeringan ke sejumlah desa yang mengalami bencana musiman tersebut. 

“Sebenarnya ada program lain yakni program sanitasi yang disalurkan ke rumah-rumah warga. Tapi mungkin saat ini masih belum sampai ke desa-desa pelosok,” katanya, Senin (8/7).

Menurut Ra Latif, untuk sementara pihaknya telah melakukan penggalian sumber air bersih di desa-desa pelosok yang rawan kekeringan. Namun, penggalian tersebut masih belum bisa membuahkan hasil. Pasalnya, sudah beberapa kali mendatangkan tim geologi masih belum menemukan sumber air bersih yang layak untuk dikonsumsi masyarakat.

“Nah, ini yang menjadi PR kami yang harus kami lakukan untuk mencari sumber air yang layak, tapi kami masih belum bisa menemukan,” jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Abdul Rahman mengatakan, dirinya berharap agar Bupati Bangkalan segera melakukan program prioritas terutama dalam mengatasi masalah kekeringan yang menjadi bencana musiman. 

“Apa yang dikatakan bupati, yang menjadi prioritas untuk mengatasi masalah kekeringan tentunya saya tunggu dan saya harap segera direalisasikan,” paparnya. 

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris mengungkapkan, mulai Juni sampai Agustus nanti akan dipastikan wilayahnya mengalami musim kemarau panjang.

Rizal mengatakan, meski dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan adanya kemarau panjang pada bulan-bulan tersebut, dirinya mengatakan, akan ada kemungkinan-kemungkinan terjadinya hujan akibat tumpukan awan sisa musim kemarin. 

“Untuk droping air bersih sendiri akan kita lakukan jika ada himbauan dari Bupati. Jika ada peringatan siaga darurat kekeringan dari bupati akan kita lakukan dropping ke desa-desa yang mengalami rawan kekeringan,” tandasnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *