Pemkab di Madura Ingin Jalur Reaktivasi Rel Kereta Api Diubah

  • Whatsapp
SISA SEJARAH: Reaktivasi rel kereta api di empat kabupaten di Madura diharapkan tidak mengganggu pemukiman penduduk.

Kabarmadura.id/Sampang-Mulai tahun 2020 ini, Pulau Madura kecipratan sejumlah program pemerintah pusat dengan anggaran yang cukup besar, salah satunya adalah reaktivasi rel kereta api. Namun, rencana tersebut diperkirakan tidak langsung terealisasi, karena masih membutuhkan kajian yang sangat mendalam.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan mengatakan, reaktivasi rel kereta itu masih membutuhkan persiapan yang matang. Bahkan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui persis progresnya.

“Prinsipnya, kami akan tetap mempersiapkan sesuai perpres ini, dan akan koordinasi dengan instansi terkait,” kata Yuliadi Setiawan kepada Kabar Madura, kemarin (3/2).

Sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Kawasan, salah satunya program adalah membahas reaktivasi rel kereta api di empat kabupaten di Madura.

Namun menurut pejabat yang biasa disapa Wawan itu, reaktivasi rel itu dimungkinkan tidak lagi menggunakan jalur kereta yang sudah ada. Sebab, sudah banyak dibangun pemukiman penduduk.

Menurutnya, harus ada alternatif jalur lain, karena jika dipaksakan, akan timbul persoalan dan penolakan dari masyarakat. Kalaupun tetap ada yang menggunakan jalur lama, hanya sebagian kecil saja.

“Yang jelas, jalur untuk reaktivasi rek kereta api ini akan menggunakan jalur yang lain, tidak lagi jalur yang lama ini, bisa repot nanti kalau dipaksanakan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Prasaran Wilayah dan Tata Ruang Bappelitbangda Sampang Abdul Rachman membeberkan, reaktivasi rel kereta itu merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan dan PT KAI. Sedangkan pemerintah daerah sementara ini belum mengetahui secara komprehensif tentang rencana dimaksud.

Pihaknya sangat mendukung atas rencana itu dan sudah pernah melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Rencana reaktivasi itu sangat menunjang terhadap kebutuhan transportasi daerah dan kelancaran lalu lintas.

“Tetapi trasenya butuh proses pengkajian terlebih dahulu, karena jalur yang lama sudah tidak memenuhi persyaratan, sudah banyak ditempati oleh masyarakat dan melewati kawasan perkotaan,” ungkapnya.

Sambung Rachman, sebenarnya alternatif trasenya sudah ada, tetapi belum ditetapkan, sehingga dia belum bisa mengetahui secara riil dan langkah-langkah kedepannya. Tetapi pihaknya berharap, sebelum ditetapkan trasenya harus ada kajian secara matang.

“Prinsipnya, kami sangat mendukung, tetapi hanya butuh pengkajian terkait penetapan trasenya, karena jalur yang lama sudah tidak memungkinkan lagi,” tukasnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *