oleh

Pemkab Galakkan Kembali Tanaman Obat Keluarga

 

F- ramuan tradisional

AKTIFKAN TOGA: Tanaman obat keluarga (Toga) di depan Kantor Dinas Kesehatan.

Galakkan Kembali Tanaman Obat Keluarga

Judul Online: Prmkab Galakkan Kembali Tanaman Obat Keluarga

KOTA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kembali mengaktifkan tanaman obat keluarga (Toga) untuk masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Bangkalan Elis Agus Riyanti. Ia menyampaikan, toga sudah disosialisasikan pada masyarakat.

Akan tetapi, ia mengakui sosialisasi tersebut sampai saat ini belum maksimal. Buktinya, banyak puskesmas yang belum melakukan sosialisasi dan menyediakan tanaman toga di puskesmasnya.

”Saya sudah menginfokan kepada semua puskesmas. Agar masyarakat juga diberikan edukasi mengenai toga dan manfaat dari tanaman tersebut,” jelasnya.

Tentang manfaat toga tersebut, manfaatnya tentu bisa dirasakan. Karena dirinya juga termasuk salah satu yang menggunakan tanaman toga untuk mencegah gejala penyakit yang menimpa keluarganya. Sehingga tidak langsung membutuhkan obat untuk penyakit ringan.

”Saya juga sering mengkonsumsinya, untuk mengobati atau mencegah penyakit, seperti batuk, flu, demam, dan masuk angin,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Achmad Hariyanto menerangkan, ramuan tradisional tersebut memang menjadi solusi untuk masyarakat menengah ke bawah. Akan tetapi sampai saat ini kemungkinan masyarakat belum mengetahui semua manfaat dan jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat.

”Seharusnya nanti Dinkes dapat memanggil dan melakukan sosialisai mengenai manfaat dan cara pengolahannya,” tegasnya.

Selain dapat mencegah penyakit, tentunya dapat memberikan kemudahan masyarakat dalam akses kesehatan dan pengobatannya secara alami.

”Tanaman tersebut sebaiknya memang dibudidayakan oleh masyarakat, agar bisa mencegah berbagai macam penyakit,” pungkasnya.

Sayangnya, masyarakat belum tahu dan paham betul manfaat dari toga yang ada di lingkungannya, kurangnya edukasi masyarakat menyebabkan mereka lebih sering memakai tenaga medis dan obat-obatan dari resep dokter.

Maysaroh salah seorang warga Desa Socah mengaku dirinya memiliki beberapa jenis tanaman obat di rumahnya. Namun ia tidak pernah menggunakannya untuk mengobatti atau mencegah penyakit dengan ramuan herbal  karena tidak tahu manfaatnya. Ia juga tidak tahu cara pemakaiannya.

”Tanaman tersebut cuma digunakan  untuk hiasan rumah saja  saja,” katanya, Rabu (15/01/2020). (km50/pai)

 

Komentar

News Feed