oleh

Pemkab Janji Siapkan Pimpinan BUMD Usai Pemilu

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Langkah pasangan Bupati dan wakil Pamekasan Baddrut Tamam dan Raja’e untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terus berlanjut. Salah satu yang menjadi komitmen pasangan muda itu, adalah membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) baru. Bahkan, saat ini keduanya tengah menyiapkan pimpinan BUMD yang akan mulai dioperasikan pascapemilu.

Langkah itu dilakukan Baddrut Tamam dan Raja’e, guna memfasilitasi pada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang nantinya akan memasarkan produknya ke toko-toko modern.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengatakan, keberadaan BUMD baru itu nantinya akan mendukung realisasi kebijakan khusus pada pemilik toko modern di wilayahnya, yang diwajibkan untuk memberikan tempat pemasaran hingga 25 persen pada produk UMKM lokal.

“Pascapemilu akan ada pimpinan baru BUMD (menaungi produk UMKM, red) itu,” katanya Rabu (10/4)

Saat ini yang menjadi fokus pemerintah kabupaten adalah pembinaan terhadap pelaku UMKM yang menjadi salah satu tumpuan peningkatan perekonomian masyarakat di Pamekasan.

Oleh karenanya, keberadaan BUMD itu nantinya diharapkan bisa menampung dan membina seluruh UMKM dalam mengemas dan penyempurnaan produk, baik dari segi kesehatan melalui BPOM, kedaluwarsa, serta tampilan sampul produk.

Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, kebijakan strategis di sektor ekonomi itu, juga diharapkan bisa membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pamekasan, yang selama masih bertumpu pada satu sektor, yakni sektor pajak dan retribusi.

“Sektor ekonomi ini yang bisa kita harapkan untuk mengangkat PAD kita,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Halili menilai, potensi ekonomi di Pamekasan sangat prospek untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Baik potensi wisata, kuliner, kerajinan hingga industri rumahan, saling melengkapi jika bisa dikembangkan dengan maksimal.

Sayangnya, sejauh ini pemerintah kabupaten hanya fokus pada promosi industri kerajinan batik tulis. Padahal di luar itu menurut Halili, banyak potensi ekonomi lain yang sangat menjanjikan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Politikus PPP itu mengatakan, selama ini pemerintah kabupaten sangat antusias mempromosikan kerajinan batik tulis di berbagai event, baik di dalam maupun di luar daerah. Hanya saja, pemerintah kabupaten melupakan potensi lain yang menjadi cirri khas dan bisa mengangkat perekonomian di Pamekasan.

Hal itu dibuktikan dengan minimnya kegiatan yang secara khusus digelar seperti halnya kegiatan promosi kerajinan batik tulis, untuk mempromosikan potensi peningkatan ekonomi di sektor lain, termasuk sektor kuliner khas Pamekasan,.

“Selain kebijakan secara pemerintahan, promosi terhadap potensi ekonomi di sektor lain juga sangat penting dilakukan,” ungkapnya. (pin/waw)

 

Komentar

News Feed