Pemkab Lepas Tangan, Harga Tembakau Lesu

  • Whatsapp
LEPAS TANGAN: Pemkab Sampang seolah tutup mata dengan kondisi harga tembakau yang dikeluhkan sangat murah oleh petani.

Kabarmadura.id/Sampang-Mayoritas tanaman tembakau di Kabupaten Sampang sudah dipanen. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat seolah tidak mau tahu soal harga tembakau yang dibeli dengan harga relatif murah. Pemkab berdalih, penentuan harga beli tembakau sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar.

Abd Latif (42), salah satu petani tembakau di Sampang menuding, pemerintah daerah tidak bisa memberikan solusi yang lebih baik atas harga tembakau yang rendah. Alhasil, dirinya mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan, kendati harga tembakau kurang bersahabat.

Latif (sapaan akrabnya) menyampaikan, selama ini Pemkab Sampang tidak pernah memperjuangkan nasib para petani tembakau di kota Bahari. Setiap tahun, tata niaga atau sistem jual beli tembakau stagnan, rata rata harga tembakau Rp30 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram. Padahal, tembakau menjadi harapan para petani dalam meningkatkan taraf ekonomi.

“Saya hanya berharap pemerintah hadir, mencarikan solusi dan memperjuangkan harga tembakau petani yang lebih layak, sehingga tidak merugi,” ujarnya penuh harap, Rabu (18/9)

Tak hanya Latif, Sulaiman (50) warga Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, juga mengeluhkan harga jual tembakau yang murah dan tidak layak, dirinya membeberkan, harga tembakau saat ini lebih murah, dibanding tahun lalu. Oleh karenany, dirinya berharap berharap harga tembakau terus membaik, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan.

“Tembakau ini harapan besar petani untuk bisa mendapatkan keuntungan melimpah, saya harap pemkab bisa membantu petani dengan mengontrol stabilitas harga tembakau yang lebih baik,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian (Disperta) Sampang Abdul Yasid mengatakan, tanaman tembakau yang sudah panen kurang lebih sudah 50 persen. Namun pihaknya tidak memantau dan mengawasi terkait harga tembakau, karena penentuan harga sudah berdasarkan mekanisme pasar.

“Untuk harga tembakau, kami tidak tahu secara pasti dan tidak bisa berbuat banyak, hanya sebatas membantu petani dengan menyediakan bibit, pupuk dan mesin perajang, untuk harga ditentukan mekanisme pasar,” kelitnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang Wahyu Prihartono berdalih, harga tembakau sepenuhnya ditentukan pembeli atau tengkulak dan pabrik. Pihaknya mengaku tidak mempunyai kewenangan dalam menentukan harga tembakau.

Wahyu mengaku, sudah melakukan kontrol dan pengawasan terhadap tata niaga tembakau. Namun demikian, dirinya juga tidak bisa mengatur atau menentukan harga tembakau di pasaran. Sebab menurutnya, harga tembakau tergantung pada kualitas dan harga yang sudah ditetapkan oleh pabrik.

“Kami tidak memiliki kewenangan mengintervensi pabrik dalam penentuan harga tembakau ini, karena biasa tembakau dibeli berdasarkan kualitasnya,” tandas Wahyu. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *