oleh

Pemkab Pamekasan Anggarkan Rp11 Miliar untuk Pupuk Organik

IPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggarkan Rp11 miliar, khusus pupuk organik. Tujuannya, untuk menyokong kebutuhan masyarakat bercocok tanam, pada tahun anggaran 2021. Sebab, sejauh ini masih ada laporan yang mengungkap kurang terpenuhinya kebutuhan pupuk petani.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, mengatakan penggunaan pupuk saat masuk musim tanam, sejak dahulu lebih didominasi menggunakan pupuk kimia. Sehingga unsur hara tanah semakin tidak produktif jika tidak menggunakan pupuk kimia. “Sebenarnya kebutuhan Rp49 miliar untuk memaksimalkan subsidi pupuk kepada petani, hanya disetujui Rp11 miliar,” ujarnya, Kamis (12/11/2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, menegaskan ada tiga hal yang diperlukan petani untuk bercocok tanam di setiap musim. Masing-masing, mengolah lahan, bibit yang akan ditanam, dan yang terakhir kebutuhan pupuk. Namun ketika dipertimbangkan secara matang, untuk mensupport ketiga aspek tersebut tidak menungkinkan.

“Karena hanya bisa menganggarkan untuk tahun 2021 pada subsidi pupuknya. Digarap tanah masyarakat gratis itu berat sekali, maka yang paling tidak berat apa yang perlu kami lakukan untuk mengurangi biaya produksi petani, yaitu subsidi pupuk,” urainya.

Dijelaskan, dana Rp11 miliar untuk pupuk subsidi organik tahun 2021 cukup maksimal. Ia berjanji, akan terus mengupayakan di tahun berikutnya agar ada peningkatan anggaran untuk kepentingan kesejahteraan para petani.

“Harapan kami kalau ini sukses, nanti kami akan menggandeng perguruan tinggi, kalau sudah sukses ya akan kami tingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Harun Suyitno menyampaikan, uang yang digelontorkan tersebut harus jelas sasarannya. Sehingga tidak menambah masalah baru. Sebab uang tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Peruntukannya ini harus jelas, siapa yang dikasih pupuk, petani dengan kriteria bagaimana, sebelum uang Rp11 miliar disubsidikan, secara teknis dan aturannya harus jelas,” responnya. (rul/ito)

Komentar

News Feed