Pemkab Pamekasan Anggarkan Rp3 Miliar untuk Bangun Jalan dan Irigasi di 30 Titik Sepanjang 12 Kilometer

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BANGUN AKSES: Pembangunan akses pertanian tembakau dan irigasi diharapkan dapat mempermudah proses distribusi bahan baku dan mempercepat pergerakan ekonomi.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Sebagian besar alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Pamekasan yaitu untuk bidang kesejahteraan masyarakat. Bahkan, 50 persen dari total DBHCHT yang diterima Pamekasan pada tahun 2021 yaitu untuk bidang tersebut. Alokasinya yaitu Rp32,2 miliar.

Salah satu program di bidang kesejahteraan masyarakat yaitu peningkatan kualitas bahan baku. Program ini berada di wilayah pelaksanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan. Sebanyak Rp8,7 miliar telah disiapkan untuk program ini. Kegiatan dalam program ini telah diatur oleh peraturan menteri keuangan (PMK).

Bacaan Lainnya

Penanganan panen dan pasca panen merupakan salah satu kegiatan program peningkatan kualitas bahan baku. Sebagaimana telah diatur oleh peraturan menteri dalam negeri (permendagri), salah satu bentuk kegiatan ini yaitu pembangunan infrastruktur jalan, jaringan irigasi untuk usaha tani, dan produksi tembakau.

Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Pertanian DKPP Pamekasan Almarah Sugandi menuturkan, pemanfaatan DBHCHT untuk kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp3 miliar. Pembangunan infrastruktur tersebut sebagai upaya mempermudah akses para petani dan pengusaha tembakau. Dengan begitu, diharapkan terjadi pergerakan ekonomi yang cepat.

“Tidak hanya petani tembakau, dengan pembangunan ini banyak sektor yang akan terbantu,” terangnya.

Bapak dua anak itu menyebutkan, pembangunan infrastruktur jalan tersebar di 30 titik di berbagai lokasi pertanian tembakau di Pamekasan. Kegiatan pembangunan berupa makadam, yang meliputi pelebaran jalan dan pengerasan jalan menggunakan bahan pasir batu (sirtu). Selain itu, pembangunan jaringan irigasi untuk membantu petani saat musim kemarau.

Pria yang biasa dipanggil Gandi itu menyebutkan, kegiatan tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan. Dalam perencanaannya, masing-masing titik rata-rata bernilai Rp75 juta sampai Rp100 juta. Rata-rata lebar jalan yang akan dibangun yaitu 2 meter. Total Panjang jalan yang akan dibangun diperkirakan sepanjang 12 kilometer.

“Kontraknya akan mulai September. Normalnya, pembangunan ini selesai dikerjakan sebulan,” pungkasnya. (ali/maf/*)

Anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi: Rp3.000.000.000

Bentuk kegiatan: makadam (pengerasan dan pelebaran)

Status: tahap perencanaan

Lokasi: 30 titik

Kriteria lokasi: akses pertanian tembakau

Nilai per titik: Rp75 juta s/d Rp100 juta

Lebar jalan: 2 meter

Panjang jalan: 12 kilometer

Mulai kontrak: September 2021

Sistem pengadaan: pengadaan langsung

Prediksi pengerjaan: 1 bulan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *