Pemkab Pamekasan Belum Optimalkan Potensi Hortikultura

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PERLU DISERIUSI: Seorang petani di Pamekasan sedang memanen cabai rawit di kebun miliknya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan belum serius memperhatikan bidang pertanian. Salah satunya yaitu pada bidang hortikultura yang belum dikembangkan dengan optimal melalui program khusus Pemkab.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Ajib Abdullah mengatakan, program hortikultura berjalan secara mandiri di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masyarakat Pamekasan sudah menjalankan bidang pertanian hortikultura sejak lama, bahkan turun temurun. Masyarakat sudah sangat berpengalaman di bidang hortikultura meski tanpa perhatian program khusus.

“Masyarakat Pamekasan sudah memulainya lama sekali. Jadi, tidak ada program yang baru,” ucapnya.

Ajib menjelaskan, program hortikultura adalah pertanian di sektor perkebunan. Komoditi dalam hal hortikultura merupakan tanaman selain tanaman pokok; seperti jeruk, rambutan, durian, dan lain sebagainya. Dia tidak menyebutkan besaran anggaran pemerintah untuk program hortikultura.

Namun, Ajib mengaku telah mengalokasikan bantuan untuk para pekebun di Pamekasan. Bantuan tersebut berupa bibit, seperti bibit jeruk. Ajib tidak menyebutkan jumlah bantuan bibit yang diturunkan untuk masyarakat. Namun, hal itu disebutnya sebagai bagian dari realisasi program di bidang hortikultura.

“Saya tidak ingat kalau jumlah anggaran dan jumlah bantuannya, tapi sudah kami salurkan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Ali menilai, Pamekasan memiliki potensi di bidang hortikultura yang tidak bisa diragukan. Sejumlah wilayah di Pamekasan memiliki potensi perkebunan yang prospek, seperti di Kecamatan Pegantenan dengan jumlah durian yang melimpah, Kecamatan Kadur yang banyak kelapa.

“Bahkan di Pegantenan itu selain durian juga ada potensi rambutan,” ucapnya.

Ia meminta, hal itu diseriusi, agar potensi perkebunan di Pamekasans semakin berkembang. Sebab menurutnya, perkebunan di Pamekasan dapat bersaing dengan kabupaten lain jika dikelola dengan baik. Potensi tersebut menurutnya juga menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat.

“Banyak potensi kita di perkebunan. Di Pakong itu ada alpukat,” pungkas politisi Partai Demokrat itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *