Pemkab Pamekasan Berencana Pelantaran Pengunjung di Food Colony, DPRD Pamekasan Minta Libatkan PKL

News23 views

KABAR MADURA | Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail menyoroti keberadaan sentra pedagang kaki lima (PKL) atau dikenal dengan Food Colony yang tidak berfungsi dengan baik. Dia menilai tatanan lapak penjual kurang representatif, sehingga butuh sentuhan kembali dari pemerintah kabupaten (pemkab).

Menurut Ismail, tempat yang diresmikan di masa kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam itu menghabiskan anggaran daerah hingga miliar rupiah. Sehingga sangat disayangkan apabila tidak berfungsi dengan baik.

Maka dari itu, kata dia, ada sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki atau dibangun kembali, salah satu di antaranya pelataran makanan pengunjung. Ismail menjelaskan, seharusnya dalam pembangunan pelataran makanan pengunjung itu sangat perlu melibatkan PKL, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung.

Baca Juga:  TPS Pasar Kolpajung Mudah Becek, Khawatir Semakin Ditinggalkan Pengunjung

“Konsepnya perlu dibicarakan dengan teman-teman pedagang, karena yang akan memakai mereka,” tegasnya, Senin (15/1/2023).

Ketua DPC Partai Demokrat DPRD Pamekasan itu menambahkan, terobosan program dalam rangka menarik minat pengunjung juga perlu dipikirkan, supaya PKL tidak kembali berdagang liar di pinggir jalan raya.

“Evaluasinya terkait tempat, pedagang itu merasa tidak nyaman dengan kondisi tempat yang disediakan. Sehingga menyebabkan pengunjung malas dan jelas berdampak pada ramainya pengunjung. Akibatnya dagangan PKL tidak laku,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop, UKM dan Naker) Pamekasan Muttaqin mengutarakan, pada 2024 sudah direncanakan akan ada penambahan fasilitas di Food Colony untuk mendukung pola kenyaman pengunjung. Anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kurang lebih Rp200 juta.

Baca Juga:  Isi Raperda Perlindungan Guru Tumpang Tindih dengan Aturan Lain

“Rencana pembangunannya ada di tengah-tengah, namun saat ini masih didiskusikan,” tutur Muttaqin, Senin (15/1/2024).

Sekadar informasi, di Pamekasan ada dua Food Colony, yakni di Jalan Dirgahayu dan Jalan Kesehatan atau eks rumah sakit umum daerah (RSUD).

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *