oleh

Pemkab Pamekasan Berhasrat Kacang Tanah Jadi Komoditi Ekspor

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Dalam kesempatan gerakan panen kacang tanah di Desa Campor Kecamatan Proppo,  Selasa (7/7/2020),Wakil Bupati Pamekasan Raja’emenyatakan, pembinaan sektor pertanian akan lebih ditingkatkan. Tujuannya, demi keberlangsungan produktivitas pertanian.

Diakuinya, pertanian merupakan komoditaspendongkrak kesejahteraan masyarakatnya. Sehingga hasil panen ditargetkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi di lokal Madura, namun bisa bersaing dikancah internasional.

Raja’e menambahkan,pembinaan yang dimaksud, juga tetap dalam koridor menjaga ketahanan pangan. Terlebih, apalagi ditengah mewabahnya Covid-19, hanya sektor pertanian yang tidak terganggu.

“Kita saat ini bukan ke hulunya, tepatnya ke hilir, di mana kita bisa memproses hasil panen kacang, baik packing maupun marketing lebih baik lagi untuk bisa menembus pasar nasional maupun internasional. Kalau perlu hasil panen kacang tanah dari Desa Campor bisa diekspor,” paparnya.

Mantan kepala Desa Bujur Barat itu optimis, hasil komoditas pertanian didaerahnya bisa menyuplai kebutuhan pangan nasional, jika semua pihak bisa bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hasil pertaniannya dan tidak ada satu jengkal tanahpun yang dibiarkan kosong.

“Nanti kamiakantindaklanjuti, perlu ada perencanaan yang matang, kesini saat ada panen raya kacanh tanahini kan awal, semoga awalan ini bisa membawa keberuntungan di Pamekasan,” ungkapnya kepadaKabar Madurasoal impiannya menciptakan industri pertanian dari kacang tanah Desa Campor.

Kesempatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur (Jatim) Hadi Sulistyo, perwakilan Kementerian Pertanian, Plt. Kepala Dinas Pertanian Hortikultura Pamekasan Bambang Prayogi, Forpimka Proppo dan beberapa tamu lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan PanganJatim Hadi Sulistyo berjanji akan terus mendukung produktivitas komoditi kacang tanah di Pamekasan agar hasil panennya semakinmeningkat, supaya bisa diproses menjadi komoditas ekspor dan memenuhi standar dan aturan yang ada.

“Pamekasan ini sangat potensi sekali untuk ditanam kacang tanah atau ubi-ubian yang lain, sesuai dengan karakteristik tanahnya,”jelasnya.

Kehadirannya di Pamekasan, juga untuk memastikan dari 11 kabupaten di Jatim yang mendapatkan bantuan bibit yang dananya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Jika program itu sukses, komoditi kacang tanah ditargetkan bisa diminati oleh para pengusaha.Sebab, pengusaha ingin membeli dengan kualitas yang baik, sehingga petani harus mau berbenah dalam setiap produksinya. Pihaknya juga bersedia menfasilitasi jika hasil kacang tanah sudah memenuhi standar.

“Jadi kami berharap petani ini mengikuti anjuran yang disampaikan oleh pemerintah,”pungkasnya.(rul/waw/*)

 

Komentar

News Feed