Pemkab Pamekasan Beri Beasiswa S2 ke Unair untuk 10 ASN

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) TULUS: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat bertemu dengan seluruh calon penerima beasiswa S2 Uniar Surabaya.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memberikan beasiswa pendidikan S2 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kepada aparatur sipil negara (ASN). Mereka adalah 10 ASN yang bertugas di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) lingkungan Pemkab Pamekasan.

“Ini sebagai komitmen wujud dari keinginan kami berkontribusi kepada Kabupaten Pamekasan,” ucap Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Bacaan Lainnya

Pria yang karib dipanggil Mas Tamam itu menjelaskan, tujuan diberikannya beasiswa S2 itu untuk memperluas cakrawala pengetahuan ASN. Dengan begitu, diharapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelayan masyarakat semakin meningkat. ASN yang mendapat beasiswa S2 diharap dapat memberikan kontibusi berbasis inovasi terhadap kemajuan Pamekasan.

Mas Tamam juga meminta agar penerima beasiswa sungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan S2 di Unair. Sebab menurutnya, anggaran yang digunakan untuk beasiswa S2 serta biaya hidup selama di Surabaya adalah uang rakyat. Penerima beasiswa harus benar-benar belajar dan meningkatkan kompetensi dirinya.

“Yang paling penting, kuliahnya harus sungguh-sungguh. Karena nanti yang dibuat makan, yang dibuat bayar SPP, itu uang rakyat. Maka jangan sia-siakan,” tegas Mas Tamam

Terobosannya itu disebut sebagai langkah yang relevan dengan kemajuan teknologi informasi. Pada revolusi industri 4.0, semua serba cepat dan memerlukan inovasi. Mas Tamam mengatakan, semua ASN di Pamekasan dinilai dengan capaian prestasi. ASN yang mendapat prestasi akan diberikan reward. Namun ASN yang lalai juga akan diberikan punishment.

“Dalam konteks ini kami butuh sumber daya manusia yang top. Karena kalau tidak top, tidak inovatif, tidak kreatif, bisa saja pemerintahan ini tertinggal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Saudi Rahman menuturkan, awalnya hanya disediakan kuota untuk lima orang. Namun, bupati meminta agar kuota ditambah menjadi 10 orang. Sejauh ini, ada 26 orang ASN yang mendaftar untuk menjadi peserta tugas belajar.

10 ASN tersebut akan menempuh pendidikan S2 gratis di Unair sampai lulus, idealnya adalah dua tahun. Mulai biaya pendidikan hingga biaya hidup akan ditanggung oleh pemerintah. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Pamekasan menyediakan anggaran untuk masing-masing ASN sebesar Rp89 juta per tahun.

Mereka diharuskan tinggal di Surabaya selama masa pendidikan. Namun mereka dibebaskan dari tugas-tugas kepegawaian. Kendati selama dua tahun tidak bertugas karena menempuh S2, namun gaji mereka sebagai ASN tetap dicairkan setiap bulan tanpa dipotong. Pihak Unair memberikan opsi lima jurusan yang dapat dipilih oleh penerima beasiswa.

“Yang tidak lolos tahun ini akan kami prioritaskan di tahun berikutnya,” ucap Saudi.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *