Pemkab Pamekasan dan Pihak Pabrik Sepakat Akan Pekerjakan Peserta Pelatihan Melinting Rokok

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BANGUN KOMITMEN: Plt. Kepala DPMPTSP Naker Pamekasan, Supriyanto (dua dari kanan) saat menunjukkan berkas MoU dengan pabrik rokok.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak tanggung. Setelah para pencari kerja difasilitasi dengan pelatihan peningkatan skill berupa pelatihan melinting rokok, pemkab langsung menyediakan lapangan kerja bagi mereka.

Pemkab berkomitmen memberdayakan seluruh peserta pelatihan linting rokok. Komitmen tersebut dijalankan oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Naker Pamekasan Supriyanto mengajak pemilik pabrik rokok yang menjadi tuan rumah pelatihan melinting rokok agar menandatangani memorandum of understanding (MoU).

Nota kerja sama itu menyepakati agar seluruh peserta pelatihan linting rokok yang dilatih oleh pihak pabrik dapat diserap menjadi tenaga kerjanya. Komitmen tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat pencari kerja.

“Semua peserta kegiatan pelatihan ini langsung diserap oleh pabrik rokok yang ditempati pelatihan,” ucap Supri.

Pria yang karib disapa Supri itu mengatakan, komitmennya yang dibangun dengan pihak pabrik rokok sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran di Pamekasan. Sebab menurut Supri, saat wabah Covid-19 melanda dunia, banyak warga kehilangan pekerjaannya.

Selain itu, Supri mendapat laporan bahwa selama ini pabrik rokok di Pamekasan banyak menyerap tenaga kerja dari luar Pamekasan. Karena itu, sebelum tiga pabrik rokok yang ditunjuk menjadi tuan rumah pelatihan, mereka terlebih dahulu menandatangani MoU.

Pihaknya berharap, peserta mengikuti pelatihan dengan serius selama 10 hari, agar saat bekerja nanti sudah menguasai tugasnya. Saat sudah bekerja nanti, mereka diharapkan agar mengikuti aturan perusahaan tempat bekerja.

“Untuk pihak pabrik, mohon dihargai tenaga kerja baru ini sebagai bagian dari perusahaan. Semoga dengan ini bisa menambah produksinya,” harap Supri.

Sementara itu, salah satu pengusaha rokok yang menjadi tuan rumah pelatihan, Wawan mengaku memang sedang membutuhkan sejumlah tenaga kerja untuk meningkatkan jumlah produksi. Bahkan dia berharap, peserta pelatihan nantinya mau bekerja di pabriknya.

“Karena kami sangat membutuhkan tenaga kerja. Sejak wabah Covid-19, banyak tenaga kerja kami yang sakit,” ucap Wawan. (*)

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *