oleh

Pemkab Pamekasan Diminta Tekan Peredaran Sapi Luar Madura

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, meminta Pemerintah Kabupaten setempat, untuk menekan peredaran sapi yang datangnya dari luar Madura. Hal itu bertujuan agar sapi Madura bisa terjaga kwalitasnya.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan Ahmadi menyampaikan, akhir-akhir ini maraknya sapi luar yang masuk ke Madura, menjadi salah satu penyebab rendahnya harga sapi lokal.

“Untuk itu kami menekankan kepada pemerintah untuk dilakukan pengembangan budidaya dan pelestarian sapi lokal Madura,” ungkapnya, kemarin (10/11)

Tidak hanya itu, musim kemarau panjang saat ini tentu akan menyebabkan kerugian terhadap pihak peternak sapi lokal. Kelangkaan pakan akibat kemarau, akan menyebabkan peternak menjual harga sapi dengan murah, sehingga perlu adanya langkah solutif untuk memberikan semacam penyuluhan kepada masyarakat Pamekasan.

“Untuk itu, penting sekali pemerintah mengedukasi masyarakat peternak, seperti melakukan pembianaan permentasi pakan,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan Bambang Prayogi melalui Kasi P3H Fathol Qorib mengatakan, selain menunjuk empat wilayah sebagai sentra produksi sapi bibit Madura, pihaknya juga menerapkan aturan pembatasan jumlah penjualan sapi bibit Madura keluar pulau.

Pembatasan itu dilakukan dengan mewajibkan para penjual sapi mencantumkan surat rekomendasi. Yakni, berupa surat layak bibit untuk menjual sapi bibit keluar Madura. Hal itu untuk memastikan sapi yang akan dikirim keluar Madura itu hanya untuk dibibitkan.

“Pengiriman sapi bibit keluar Madura hanya diperbolehkan untuk kepentingan pembibitan atau indukan, bukan untuk dipotong,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang juga sebagai dokter hewan di Pamekasan itu menjelaskan, aturan tersebut tidak hanya diberlakukan di Pamekasan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara khusus membuat peraturan yang melarang sapi betina Madura produktif, tidak boleh dikirim di luar kepentingan pembibitan atau peternakan.

Bahkan,untuk pengiriman sapi potong dari Madura juga dilakukan pembatasan. Pemerintah membatasi sapi yang akan dikirim untuk kepentingan penjagalan, minimal harus memiliki berat 250 kilogram. Sementara di bawah itu tidak diperbolehkan.

“Hal itu semata-mata untuk melindungi populasi sapi bibit Madura,” tandasnya. (rul/pin)

Komentar

News Feed