Pemkab Pamekasan Hanya Santuni 88 Pewaris Korban Covid-19

(FOTO: KM/ALI WAFA) MERINGANKAN BEBAN: Sebanyak 88 ahli waris pasien Covid-19 yang dimakamkan dengan prokes disantuni sebesar Rp2,5 juta.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memberikan santunan kepada keluarga pasien yang meninggal karena terinfeksi Covid-19. Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan Abrori Rais melalui stafnya Ghufron, menjelaskan, santunan itu diberikan kepada ahli waris.

Selama tahun 2021, lanjut Ghufron, terdapat 88 ahli waris penerima santunan Covid-19. Santunan itu berupa uang tunai sebesar Rp2,5 juta dan diantarkan langsung ke kediamannya. Total nilainya mencapai Rp220 juta. Namun santunan itu hanya diberikan kepada pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan menggunakan protokol kesehatan (prokes).

“Karena tidak semuanya mau dimakamkan dengan prokes. Kalau dihitung semua dengan yang tanpa prokes bisa ratusan,” ungkap Ghufron, Selasa (15/2/2022).

Bacaan Lainnya

Berdasar data yang dihimpun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, pasien terinfeksi Covid-19 yang meninggal di Pamekasan total sebanyak 201 orang. Namun tidak semuanya dimakamkan menggunakan prokes. Informasi lain yang disampaikan Ghufron, uang santunan itu diambil dari anggaran biaya tidak terduga (BTT).

Dia mengungkapkan, BTT tahun 2021 mencapai Rp400 juta lebih. Anggaran itu juga digunakan untuk honor petugas pemakaman. Sebanyak enam orang petugas pemakaman dikontrak selama tahun 2021. Mereka diupah sebesar Rp2,5 juta setiap bulan dan ditransfer ke rekening masing-masing. Total anggaran yang dihabiskan untuk petugas pemakaman sebesar Rp180 juta.

Namun, kontrak mereka untuk tahun 2022 akan diperpanjang. Surat keputusan dari bupati Pamekasan sudah turun. Hanya saja, pihaknya perlu menunggu eksekusi dari instansi bagian keuangan. Namun selama tahun 2022, belum ada pasien Covid-19 yang meninggal dan mau dimakamkan dengan prokes.

“Ada atau tidak pasien meninggal mereka tetap digaji segitu tiap bulan. Karena sudah kontrak,” jelasnya.

Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya tidak banyak melakukan pengadaan alat pelindung diri (APD). Bahkan dalam setahun, pengadaan masker hanya empat boks dan hazmat hanya 12 setel. Untuk memenuhi kebutuhan APD, pihaknya dibantu oleh BPBD Pamekasan. Sementara penyediaan peti mati ditanggung oleh rumah sakit yang menangani.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.