oleh

Pemkab Pamekasan-Kemenkominfo Sinergi Bangun UMKM Go Online

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indonesia, memberikan pelatihan terkait pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui jaringan internet “go online” kepada pelaku UMKM di Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari pencanangan gerakan 100.000 UMKM Go Online secara serentak, yang digagas seiring dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

Pelatihan yang dipusatkan di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan itu, bertujuan untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan pada UMKM, khususnya di Pamekasan, agar siap bersaing di pasar yang lebih luas. Terlebih, bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kominfo, berkomitmen untuk mengdaringkan 8 juta UMKM sampai tahun 2020.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, menyambut antusias kegiatan pelatihan “UMKM Go Online” tersebut. Sebagai salah satu bentuk keberpihakan pemerintah pada pelaku usaha kecil, program ini juga bisa membantu pemasaran produk hasil kerajinan masyarakat Pamekasan kepada masyarakat luas.

Terlebih menuut Baddrut, salah satu program unggulan kepemimpinannya selama lima tahun ke depan, adalah menciptakan 10.000 wirausaha baru yang bergerak di bidang UMKM. Dengan bantuan pelatihan dari Kemenkominfo itu, dirinya berharap, Pemkab Pamekasan bisa bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memajukan ekonomi melalui UMKM.

“UMKM Go Online ini juga akan menjadi wadah efektif, sekaligus millenial talent hup bagi generasi muda kreatif di Pamekasan dalam memasarkan hasil produk UMKM-nya,” katanya Rabu (272).

Lebih lanjut Baddrut Tamam menjelaskan, pencanangan UMKM Go Online merupakan bentuk turunan dari program aplikasi berbasis daring yang telah diluncurkan melalui aplikasi Pamekasan Smart.

Dia berharap, dengan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat, serta sinergi yang telah dibangun oleh pemerintah kabupaten dengan pemerintah pusat, mampu mendorong masyarakat pelaku UMKM, untuk semakin memajukan produknya melalui pasar online.

“Sudah saatnya para generasi milenial kita memaksimalkan pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi ini secara bijak untuk kemajuan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Septriana Tangkary menyatakan, pertumbuhan nilai perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia di tingkat dunia kini mencapai 78 persen, dan posisi ini menjadikan Indonesia sebagai peringkat pertama dunia dalam e-commerce.

Pertumbuhan tersebut, tidak terlepas dari pelatihan pemberdayaan UMKM melalui jaringan internet Go Online, yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus memperkuat program ekonomi kerakyatan, sebab potensi ekonomi digital cukup besar sehingga bisa ikut menumbuhkan perekonomian nasional.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha pedagangan elektronik memiliki nilai ekonomi bagus, sehingga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selama ini masih banyak pelaku UMKM, khususnya di daerah-daerah terpencil yang enggan memasarkan daganganya secara online. Padahal persyaratan pemasaran melalui online bersama marketplace sangat mudah.

Hanya dengan bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, serta jenis produk usaha yang mau dijual dan nomor rekening pemilik, masyarakat pelaku UMKM sudah bisa memasarkan produk usahanya di online.

Khusus untuk Pamekasan, perempuan berjilbab ini mengatakan, dengan jumlah UMKM yang mencapai angka seribu lebih. Kabupaten Pamekasan bisa menjadi miniatur Indonesia untuk urusan UMKM. Tinggal bagaimana masyarakat pelaku UMKM sadar atas potensi dan kesempatan yang ada.

“Pamekasan punya 1.559 UMKM, ini potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dengan Go Online,” tandasnya. (pin/waw)

 

 

Komentar

News Feed