Pemkab Pamekasan Klaim Pamanfaatan Lahan Produktif Sudah Maksimal

  • Bagikan
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PANGAN; Lahan produktif di Pamekasan diklaim sudah optimal dalam tata kelolanya.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Para ulama besar dari 5 pondok pesantren bersepakat untuk memberikan imbauan kepada seluruh masyarkat  Pamekasan, untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong agar produktif dalam penyediaan pangan.

Hal iti sebagaimana disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata RKH. Tohir Zain usai menghadiri Haul Masyayikh di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Senin (11/5/2020) malam. Menurutnya, hal itu penting dilakukan pada wabah Covid-19 yang berimbas pada melemahnya ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan para ulama yang berkumpul tersebut berasal dari 5 pondok pesantren berbeda, meliputi Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, dan Pondok Pesantren Bira Sokobanah Sampang.

Tidak hanya mengimbau agar masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk ketahanan pangan. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memprakarsai hidup hemat, sebab kondisi semua sektor perekonomian saat ini sedang lesu.

“Hidup sae’an hemat ben tak berlebihan makeh andik obeng kita harus andik sense of crisis dek masyarakat, karena mangken tepaan osom laep. (Hidup hemat dan tidak berlebihan lebih baik meski punya uang, kita harus punya sense of crisis ke masyarakat, ” imbaunya dalam video confrence yang diterima oleh Kabar Madura.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyarankan kepada masyarakat agar meningkatkan ibadah, berzikir, dan munajat kepada Allah SWT, supaya segala sesuatu yang dibutuhkan bisa terfasilitasi dengan baik. Selebihnya, pihaknya berharap masyarakat agar bisa bercocok tanam di lahan miliknya, agar pemenuhan kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi dengan baik.

“Lahan-lahan kosong epakon paodik, lahan kosong epakon tanemin sareng taneman se mendukung dek ka ketahanan pangan. (Lahan-lahan kosong ditanami dengan tanaman yang mendukung ketahanan pangan),” ajaknya.

Baca juga  Renovasi Dua Puskesmas di Sampang Tembus Rp15 Miliar

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Hultikultura dan perkebunan (Disntan PHP) Pamekasan Bambang Prayogi melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Slamet Budi Harsono mengatakan, untuk lahan produktif di Pamekasan terbagi menjadi tiga kategori, meliputi sawah irigigasi 7.500 hektar, sawah tadah hujan 11 284 hektar dan lahan tegal sebanyak 45.156  hektar.

Dirinya mengungkapkan, dalam pemanfaatan lahan pada periode tanaman padi periode Oktober 2019 hingga Maret 2020 sudah ada 26.678 lahan padi yang tertanami dengan proyeksi hasil panen kurang lebih 110.000 ton gabah. Sedangkan pada periode April hingga Mei 2020 yang ditanami padi sudah mencapai 574 hektar.

“Untuk luas lahan produktif yang tersedia sudah diolah dengan baik oleh setiap pemilik lahan sesuai dengan potensi tanaman yang diproyeksikan,” klaimnya. (rul/pin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan