Pemkab Pamekasan Latih Masyarakat Manfaatkan Barang Tidak Berharga Jadi Kerajinan Cantik


Pemkab Pamekasan Latih Masyarakat Manfaatkan Barang Tidak Berharga Jadi Kerajinan Cantik
(DPMPTSP NAKER FOR KM.ID) Peserta pelatihan saat membuat tas menggunakan batok kelapa.

KM.ID | PAMEKASAN -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Pamekasan mengirimkan lima peserta untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan batok kelapa menjadi kerajinan tangan.

Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan selama 15 hari di Dusun Seduri, Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Hubungan Industri DPMPTSP dan Naker Deddy Aryanto mengungkapkan, pelatihan kerajinan dari batok kelapa itu sebagai ikhtiar untuk menyerap potensi industri di masyarakat.

"Program ini untuk mengolah barang sepertinya tidak berharga menjadi kerajinan tangan yang cantik, seperti tas," ungkapnya kepada KM.ID, Jumat (16/9/2022).

Selain itu, Deddy menyebutkan, pelatihan ini juga dalam rangka mengurangi angka pengangguran di kabupaten yang berjuluk Kota Gerbang Salam tersebut. 

"Kami memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri mereka," imbuhnya.

Sementara, salah seorang peserta pelatihan, Abdul Gafur, mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah kabupaten (pemkab) yang telah memberikan kesempatan untuk belajar kerajinan tangan hingga ke Kabupaten Blitar.

"Saya memang hobi buat sesuatu berbau kerajinan tangan. Makanya saya langsung ikut ketika ada tawaran ikut pelatihan ini," jelas pria lulusan UIN Yogyakarta itu.

Gafur bercerita, di awal pelatihan, para peserta disuruh mencoba menggunakan semua jenis alat yang ada selama tiga hari. Kemudian di hari berikutnya, ada penfokusan potensi. 

"Baru kemudian hari keempat kami diajari cara menggunakan alat yang benar dan kemampuan lainnya" katanya.

Dia menegaskan, saat ini dirinya sedang merintis usaha kerajinan batok kelapa. Seperti mesin yang akan digunakan masih dalam proses pemesanan. 

"Saya harap nanti bisa produksi dalam jumlah banyak. Apalagi nanti ada support dari pemerintah desa setempat," tukasnya.

Reporter: M. Arif

Redaktur: Sule Sulaiman