Pemkab Pamekasan Latih Masyarakat Terampil dan Mandiri Tangani Kebencanaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) TANGGAP: Pemkab Pamekasan latih masyarakat terampil dan mandiri tangani kebencanaan melalui workshop bertajuk Pamekasan Tangguh.

KABARMADURA.ID, PAMEKASANPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melaksanakan workshop bertajuk Pamekasan Tangguh, Selasa (9/14/2021). Kegiatan itu membawa misi untuk memberikan wawasan dan keterampilan bagi masyarakat agar bisa mendeteksi kebencanaan sedini mungkin.

Sebagaimana yang diinginkan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dalam penanganan kebencanaan harus saling bergandengan tangan, demi keselamatan masyarakat.

Dalam sambutan saat membuka acara, pria yang akrab disapa Mas Tamam ini menegaskan, kegiatan tersebut akan bermuara pada upaya melindungi sesama. Selain itu, menyebarkan sikap saling peduli dalam memberi perlindungan dalam skala komunal.

Dalam mewujudkan jargon Pamekasan Tangguh itu, juga dilaunching berbagai program, di antaranya Masjid Tangguh Bencana (Mastana), Pesantren Tangguh Bencana (Santana), Pasar Tangguh Bencana.

Dengan misi tersebut, sehingga yang dilibatkan dalam pelatihan adalah simpul-simpul komunitas masyarakat. Tujuan yang diharapkan, dari simpul-simpul tersebut, pengetahuan mengenai perlindungan dari bencana akan tersebar ke berbagai kelompok masyarakat.

“Mudah-mudahan yang santri bisa disampaikan ke santri lain, bahwa ini untuk melindungi kiai, asatidz dan masyarakat sekitar. Yang di masjid, para takmir, para alim ulama dan jamaah, dan yang pasar orientasinya melindungi pedagang dan pembeli, yang di sekolah kita lindungi guru dan murid,”paparnya.

Workshop di Hotel Front One Pamekasan itu juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan,  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Amin Jabir dan peserta dari berbagai unsur kemasyarakatan. Kegiatan itu dilaksanakan selama 2 hari.

Sementara itu, Kepala BPBD Pamekasan Amin Jabir mengatakan, workshop tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai program yang telah dilaunching. Program itu juga disebut sebagai ikhtiar Bupati Pamekasan Baddrut Tamam untuk memastikan masyarakat bisa memahami kedaruratan, baik darurat bencana alam, non alam, dan bencana sosial.

“Materi yang disampaikan, infrastruktur yang dipersiapkan, bahan yang disiapkan, melingkupi seluruh kebencanaan, khusus di pandemi Covid-19 ini pak bupati ingin memastikan, pemerintah mensubstitusi, protokol kesehatan, infrastruktur kesehatan, dan vaksinasi Covid-19,” tuturnya.

Menurut Jabir,  penanganan kebencanaan tidak mungkin hanya bisa ditangani oleh Pemkab Pamekasan, butuh peran serta masyarakat untuk berpartisipasi, bahkan menangani secara mandiri.

“Di non pandemi kesehatan, juga disampaikan materi tentang cara menangani kebakaran mendadak, terjadinya penyakit malaria di pesantren, demam berdarah dan sebagainya, mereka nanti bisa melakukan tanggap darurat awal terhadap setiap yang terjadi,” pungkas Jabir.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *