oleh

Pemkab Pamekasan Pastikan Belum Terapkan New Normal

Kabarmadura.id/Pamekasan–Menyikapi pencabutan maklumat larangan berkerumun oleh Kepala Kepolisian (Kapolri) Republik Indonesia (RI), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Djoko Lestari, menegaskan hal itu bukan berarti secara resmi kebijakan new normal telah diterapkan.

Menurutnya, pencabutan maklumat tersebut hanya sebagai legalitas bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti sediakala. Namun dia menekankan agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan, yaitu dengan selalu bermasker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Bukan berarti pencabutan maklumat itu berlaku new normal tidak. Boleh beraktivitas tapi ikuti protokol,” tegasnya, Kamis (2/7/2020).

Dijelaskannya, tidak semua daerah sudah bisa menerapkan new normal secara penuh. Menurutnya, new normal hanya bisa diterapkan bagi daerah yang telah dianggap aman dan memungkinkan untuk menerapkan new normal.

“Tidak semua daerah boleh melaksanakan new normal, tergantung dari situasinya,” ucapnya.

Dia meminta agar masyarakat mengartikan kebijakan baru tersebut sebagai bentuk upaya menormalkan kembali sejumlah sektor yang sempat terhambat wabah Covid-19. Seperti di sektor ekonomi, pendidikan dan sosial.

“Kami kepolisian diperintahkan untuk melakukan pengondisian masyarakat. Dalam artian untuk mendukung pelaksanaan protkol kesehatan,” tutupnya.

Terpisah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, pihaknya tidak ingin masyarakat menyalahartikan terbitanya kebijakan dari Kapolri tersebut. Dia menjelaskan, edaran tersebut bukan sebuah legalitas keabsahan untuk mengabaikan protkol kesehatan. Masyarakat harus tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Kendati begitu, dia tidak memungkiri bahwa saat ini seluruh masyarakat sudah boleh beraktivitas bebas seperti sebelum adanya wabah Covid-19. Hanya saja protokol kesehatan harus dijadikan sebagai pola hidup baru dalam setiap aktivitas sehari-hari.

“Berkerumun itu harus tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan, artinya masker harus tetap dipakai menjaga jarak harus tetap dilakukan,” ucapnya.

Pihaknya mengaku telah menyusun konsep penerapan new normal di sejumlah sektor. Baik di sektor pendidikan, ekonomi dan sosial. Bahkan dia menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali membuka sejumlah sektor agar bisa kembali normal.

Namun, untuk penerapan new normal secara resmi, pihaknya mengaku masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya mengaku telah siap dengan konsep baru yang bakal diterapkan kedepannya.

“Kami sudah buat protokol, mulai dari pasar, pesantren, sekolah dan masjid untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tukasnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed