Pemkab Pamekasan Pastikan Tidak Ada Paksaan Ikuti Vaksinasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) SUKARELA: Sejumlah warga Pamekasan mengikuti vaksinasi tanpa adanya paksaan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN Beredarnya kabar tentang adanya paksaan terhadap masyarakat untuk mengikuti vaksinasi ditanggapi oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Bupati muda yang akrab dipanggil Mas Tamam itu menegaskan, tidak ada paksaan dalam proses penyelenggaraan vaksinasi di Pamekasan.

Mas Tamam memastikan hal itu berdasarkan laporan dari pihak Kepolisian Resor (Polres) dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0826 Pamekasan. Polres dan Kodim yang merupakan salah satu pihak yang terus memantau jalannya proses vaksinasi di Pamekasan. Namun demikian, dia menegaskan, vaksinasi penting untuk membentuk herd immunity saat wabah Covid-19.

“Saya pastikan di kabupaten ini tidak ada vaksinasi yang dipaksakan. Kenapa saya pastikan itu, karena laporan teman-teman Polres dan Kodim juga tidak ada yang dipaksa,” ucapnya pada acara vaksinasi di Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kadur, Rabu (13/10/2021)

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur itu menyebutkan, pihaknya telah membuka 24 titik lokasi vaksinasi Covid-19. Semua itu disediakan untuk warga Pamekasan yang berkenan untuk divaksin. Sebab, ke depan vaksin akan menjadi  hal yang wajib selama wabah Covid-19 belum berakhir.

“Pendekatan yang kita laksanakan, pendekatan kerjasama kesadaran. Yang mau divaksin ayo kita fasilitasi, yang tidak mau divaksin kita edukasi,” tambahnya.

Kendati begitu, dia bersyukur. Sebab, masyarakat Pamekasan sudah mulai memahami akan pentingnya vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, masyarakat sudah merasa tidak nyaman jika beraktivitas ke luar rumah tanpa menggunakan masker. Kesadaran itu mulai tumbuh dari perkotaan hingga pedesaan.

“Hari ini kita saksikan bersama, ini yang hadir karena semuanya ingin divaksin, ingin memiliki herd immunity. Hari ini kita mendapat energi tambahan,” ucap Mas Tamam.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat menegaskan, wabah Covid-19 belum berakhir. Bahkan disebutkannya, Pamekasan saat ini naik level ke pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 karena capaian vaksinasi masih rendah.

Menurutnya, tidak ada acara lain untuk mencegah timbulnya ledakan kasus baru kecuali terus mematuhi prokes dan memperluas cakupan vaksinasi. Vaksinasi disebutnya dapat meningkatkan kekebalan kelompok, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pihaknya berharap, vaksinasi segera mencapai 70 persen agar PPKM di Pamekasan turun level.

“Covid-19 ini masih ada. Jangan anggap sudah berakhir. Caranya harus divaksin sampai mencapai target 70 persen total warga Pamekasan, baru aman,” ujarnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *