oleh

Pemkab Pamekasan Siapkan 6 Petugas Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Akhmad Zaini menyediakan sebanyak 6 orang petugas khusus penanganan jenazah pasien terinfeksi Covid-19.

Bahkan, untuk penanganan jenazah yang juga meliputi santunan bagi keluarga pasien, Bagian Kesra Setkab Pamekasan mengalokasikan anggaran sebesar.

“Jenazah yang harus ditangani dengan protokol Covid-19 akan ditangani kami. Mulai dari penjemputan dari rumah sakit, pengantaran ke kuburan, panggalian kubur dan bawa petinya semuanya menjadi tanggung jawab kami.

Sementara untuk penyedian lahan kuburannya menjadi tanggung jawab gugus tugas yang lain,” ungkapnya, Rabu, (22/4/2020).

Para petugas yang akan menyelesaikan pemulasan jenazah yang harus diselesaikan melalui protokol Covid-19, ulas Zaini, semuanya dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap dan dilatih khusus untuk bisa menangani proses pemakaman sesuai dengan standar protokol Covid-19.

“Dilatihnya sesuai dengan Standar protokol Covid-19, berikut dengan APD-nya,”tuturnya.

Dari alokasi anggaran sebesar Rp500 juta tersebut, Zaini berharap tidak digunakan keseluruhannya sehingga bisa dikembalikan ke kas daerah. Namun, sebagai gambaran untuk alokasi anggaran tersebut, diperuntukkan pembelian perlengkapan APD petugas, honor 6 petugas sesuai dengan upah minimum regional (UMR) Pamekasan dengan estimasi kerja 7 bulan, dan tali asih untuk korban terinfeksi covid-19 kurang lebih sebesar Rp3 juta.

“Kita sedang pesan APD 100 pakaian lengkap. Jadi yang 500 itu tidak akan terpakai semua, jika tidak ada janazah Covid-19, tapi jika tidak dianggarkan nanti yang salah pemerintah. Sesuai dengan alokasinya jika nanti ada sisanya akan dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya.

Ditambahkan olehnya 6 petugas itu melalui rekrutmen yang terbuka dan akan diberikan gaji sesuai UMR dipotong pajak, berkisar Rp 2 juta, bahkan dalam rekrutmen banyak yang tidak berkenan untuk menjadi petugas, tetapi karena tugas kemanusiaan akhirnya ada yang mau menjadi petugas.

” Banyak yang nggak mau itu, kalau datang dari pemakaman kan keluarganya takut, anaknya takut, tetangganya takut, jadi murah itu jika dibandingkan resikonya,”ulasnya. (rul/bri)

Komentar

News Feed