Pemkab Pamekasan Tetapkan Area Arek Lancor Pusat Phisycal Distancing

  • Whatsapp
(Km; ist) EDUKASI: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melakukan pemantauan langsung area monumen Arek Lancor usai ditetapkan sebagai titik physical distancing, Sabtu (28/3/2020) malam.

Kabarmadura.id/Pamekasan– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menutup area monumen Arek Lancor setiap dua kali dalam sepekan. Penutupan itu sebagai upaya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga physical distancing atau jaga jarak fisik untuk memutus rantai penyebaran pandemik covid-19 .

Saat melakukan pemantauan sterilasi area monumen Arek Lancor dari kegiatan masyarakat, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pamekasan, Perwakilan Kodim 0826 Pamekasan, Satuan Tugas (Satgas) Pecegahan Pandemi Covid-19,  dan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, Baddrut Tamam menyampaikan, penutupan sejumlah ruas jalan menuju pusat kota Pamekasan itu sebagai wujud edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak, menjaga diri, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap peredaran covid-19 di Kabupaten Pamekasan.

“Penutupan beberapa ruas jalan dalam rangka physical distancing ini dilakukan untuk mengedukasi dan mentransformasi tentang pentingnya menjaga jarak fisik pada masyarakat,” paparnya.

Dijelaskan olehnya, penetapan area monumen Arek Lancor itu berdasarkan hasil keputusan rapat yang digelar dengan jajaran Forkopimda,Sabtu (28/3/2020). Diungkapkan olehnya, penutupan akses menuju area Arek Lancor akan dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni pada hari Jum’at dan Sabtu, mulai pukul 20.00-23.00 WIB.

“Selain upaya penutupan ini, pemerintah juga memberikan perlindungan terhadap masyarakat dan memberikan disinfektan di beberapa lokasi-lokasi dan tempat umum seperti di kantor-kantor dan tempat keramaian lainnya,” ungkapnya.

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur itu menjabarkan, physical distancing merupakan program bersama Pemerintah Provinsi Jawa timur bersama pemerintah kabupaten dan Kapolda serta Kapolres, Dandim, Pangdam Brawijaya yang terkoordinasi, dengan harapan bisa menekan mewabahnya virus yang mematikan itu.

“Tujuan akhirnya adalah memberikan perlindungan secara pasti kepada masayarakat, kami di kabupaten Pamekasan sekarang terus bergandengan tangan bersama-sama untuk memutus penularan virus ini. Alhamdulillah Pamekasan masih aman, dan masyarakatnya tenang,” pungkasnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *