Pemkab Rencanakan Batik Pamekasan Jadi Baju Dinas ASN

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) DONGKRAK EKONOMI WARGA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana menjadikan batik tulis Pamekasan sebagai baju dinas para ASN.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana menjadikan batik tulis Pamekasan sebagai baju dinas. Kebijakan tersebut sedang dirancang oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) akan diwajibkan memakai batik lokal di hari-hari tertentu.

Kebijakan tersebut sebagai upaya meningkatkan ekonomi para pengrajin batik. Namun, sebelum menerbitkan peraturan bupati (perbup), pihaknya akan memberikan pemahaman kepada ASN terkait spirit peningkatan ekonomi. Bahkan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pamekasan diharuskan memiliki dua spirit; ekonomi dan kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Kami mendorong agar punya kesadaran baru tentang kebanggaan terhadap batik dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap bupati yang kerap disapa Mas Tamam itu.

Dengan menjadikan batik tulis Pamekasan sebagai baju dinas, diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pamekasan. Sebab, Pamekasan memiliki batik khas dan ratusan pengrajin. Bahkan, Pasar 17 Agustus 1945 merupakan pasar batik terbesar di Asia Tenggara.

“Tahun 2022 ini nanti akan ada karakter batik khusus. Akan kita festivalkan nanti. Sekar Jagad dan yang lain itu sedang kami hitung,” ucap alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Di lain pihak, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi menekan Pemkab agar batik lokal tidak hanya dibranding menjadi ikon. Pihaknya meminta agar kesejahteraan para pengrajin dan pengusaha batik juga diperhatikan.

Wahyudi kerap menemukan ASN yang menggunakan batik luar Pamekasan. Hal itu bertolak belakang dengan spirit bupati yang selalu mempromosikan batik tulis Pamekasan. Sehingga, ia berharap, kebijakan tersebut mampu mendongkrak ekonomi masyarakat Pamekasan, khususnya para pengrajin batik.

“Dulu batik lokal ini pernah dijadikan baju dinas wajib dan itu sangat berpengaruh pada ekonomi pengrajin batik,” ucapnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *