Pemkab Sampang Hanya Pasrah Layani Kedatangan Ribuan PMI

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) MEMBLUDAK: Jumlah Kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Sampang diprediksi terus meningkat.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang terus berdatangan, saat ini jumlahnya mencapai 4.384 orang per tanggal (15/9/2021). Mirisnya, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Sampang Agus Sumarso, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, upaya pemkab menyambut kedatangan pejuang devisa hanya sebatas memfasilitasi dengan menyediakan kendaraan untuk menjemput dari Asrama Haji atau RS Sukolilo ke Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang. Bahkan, PMI yang dijemput langsung di transit ke Posko Covid-19 yang ada di jalan Wijaya Kusuma untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah itu, langsung diminta isolasi di BLK selama 24 jam. Kemudian, baru bisa dipulangkan ke rumah keluarganya masing-masing. “Yang pasti kedatangan PMI terus bertambah, tapi kami tidak bisa memprediksi, karena kami hanya mendata yang difasilitasi kepulangannya. Untuk bulan Agustus saja, yang datang mencapai 1.013 orang,” ucapnya

Pihaknya menjelaskan, sejatinya pemkab tidak ada persiapan khusus untuk menyambut gelombang kedatangan PMI yang cukup tinggi di tengah merebaknya wabah Covid-19. Bahkan, anggaran untuk penjemputan yang tersedia sangat terbatas. Terlebih, Sampang menjadi satu-satunya Kabupaten di Jawa Timur (Jatim) dengan jumlah kedatangan PMI paling banyak.

“PMI asal Sampang yang datang jumlahnya paling banyak, sekarang saja sudah 4 ribu lebih, angka ini masih akan terus bertambah, hingga waktu yang belum bisa ditentukan,” jelasnya.

Lanjut pria yang akrab disapa Agus itu,  tidak semua PMI difasilitasi oleh pemkab untuk proses pemulangannya. Namun, ada sebagian yang memilih untuk pulang secara mandiri. Untuk jumlah PMI yang masih berada di luar Negeri, baik di Malaysia dan lainnya hingga kini tidak bisa terdeteksi, lantaran mayoritas berangkat dari jalur ilegal.

“Informasi dari PMI yang sudah datang, jumlah warga kami yang masih ada di luar negeri masih sangat banyak, hampir satu Kabupaten,” paparnya.

Kewenangan Pemkab

  • Memfasilitasi PMI
    • Menyediakan Kendaraan
    • Mengantarkan PMI
  • Mengarahkan
    • Isolasi BLK 24 jam
    • Pemeriksaan Covid-19

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *