oleh

Pemkab Sampang Longgarkan Kebijakan Tarawih dan Tadarus

Kabarmadura.id/Sampang-Meski pemerintah pusat sudah mengeluarkan imbauan selama bulan Ramadlan, untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih dan tadarus di rumah masing-masing demi mencegah penyebaran dan penanganan Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, memilih untuk melonggarkan kebijakan aktivitas sholat tarawih maupun kegiatan tadarus dan aktivitas keagamaan lainnya, untuk tetap bisa digelar di masjid dan musollah umum.

Kebijakan tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi, antara Pemkab, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ulama di Pendopo Trunojoyo Sampag, pada Senin (20/4) kemarin. Namun Pemkab tetap mewanti-wanti kepada masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 guna meminimalisir penyebaran Covid-19. Para jamaah yang akan shalat tarawih di masjid harus diperlakukan khusus, wajib menjaga kondisi badan dalam keadaan steril, panitia atau pengelola masjid wajib menyediakan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan kebutuhan lainnya.

“Dapat disimpulkan dari hasil rapat antara umara dan ulama ini, kami satukan persepsi, bahwa tidak ada pembatasan aktivitas selama menjalankan ibadah puasa ramadlan, baik tarawih maupun kegiatan tadarus. Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan ibadah di bulan suci ini,” terang Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam keterangan rilisnya.

Politisi partai Nasdem itu menerangkan, khusus pelaksanaan tadarus di masjid dan mushallah dengan menggunakan pengeras suara, harus diakhiri jika sudah memasuki pukul 21.00 WIB dan wajib meniadakan kegiatan masyarakat yang mengundang keramaian. Dirinya menegaskan, kendati tidak ada pelarangan melakukan kegiatan keagamaan di masjid, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap menjaga diri dan keluarga serta lingkungan dari sebaran wabah Covid-19 dengan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan.

“Tentunya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir dan kita semua terselamatkan,” harap pria yang akrab disapa aba Idi itu.

Semetara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sampang Pardi menegaskan, bahwa instansinya sudah mengeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada MUI, PCNU, POM, DMI, para pimpinan ponpes, ketua takmir masjid serta pihak-pihak terkait lainnya, terkait pelaksanaan ibadah di bulan ramadlan, yakni puasa, sholat tarawih berjamaah serta tadarus tetap dapat dilakukan seperti biasanya dengan berpedoman terhadap protokol kesehatan pencegahan penanganan Covid-19.

“Pelaksanaan sholat trawih dan tadarus tetap bisa dilaksanakan seperti biasanya. Tetapi untuk kegiatan yang menimbulkan keramaian, seperti peringatan malam nuzulul qur’an, buka puasa dan sahur bersama serta lain sebagianya untuk dihindari, demi menjaga penyebaran wabah Covid-19,” tegasnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed